AALI Siapkan Buyback Rp400 Miliar untuk Stabilkan Harga Saham
Astra Agro Lestari rencanakan pembelian kembali saham hingga Rp400 miliar untuk menopang harga pasar dan memperkuat kepercayaan investor tanpa memengaruhi kinerja keuangan inti.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp400 miliar, sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar. Keputusan ini diambil tanpa perlu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengingat perusahaan memanfaatkan klausul fleksibilitas yang diatur dalam regulasi pasar modal, selama tetap mematuhi batas yang berlaku.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa aksi korporasi ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada pemegang saham atas nilai fundamental perusahaan, terutama dalam kondisi pasar yang tidak menentu. Dengan membeli kembali saham dari pasar, perusahaan berharap dapat menstabilkan pergerakan harga saham dan menunjukkan komitmen terhadap kesehatan keuangan jangka panjang.
Seluruh dana untuk buyback berasal dari kas internal perusahaan, bukan dari pinjaman atau pendanaan eksternal. Nilai tersebut belum termasuk biaya-biaya terkait seperti komisi perantara efek dan administrasi lainnya. Pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung mulai 2 Oktober 2026 hingga 28 Desember 2026, sesuai ketentuan waktu maksimal tiga bulan sejak pengumuman keterbukaan informasi. Proses bisa dihentikan lebih awal jika dana telah habis terpakai, atau jika manajemen menilai kebijakan sudah mencapai tujuannya.
Dari sisi kinerja keuangan hingga 30 Juni 2026, AALI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,1 triliun, tetap stabil meskipun total aset turun menjadi Rp28,5 triliun dari sebelumnya Rp28,9 triliun, dan ekuitas menurun sejalan dengan itu, dari Rp24,6 triliun menjadi Rp24,2 triliun. Namun, laba bersih per saham meningkat dari Rp571 menjadi Rp575, didorong oleh pengurangan jumlah saham beredar akibat buyback. Perusahaan menegaskan bahwa tidak terjadi perubahan signifikan dalam indikator keuangan kunci dan yakin arus kas serta modal tetap cukup untuk mendukung buyback, operasional, serta rencana pengembangan ke depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
3 Oktober 2026

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
3 Oktober 2026

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

