Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing

Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026), bergerak turun 61,64 poin ke posisi 6.009,50 atau melemah 1,02%. Angka ini mencatat level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir, menandai tekanan berkelanjutan di pasar modal. Pergerakan indeks berada dalam rentang 5.973 hingga 6.095, menunjukkan volatilitas tinggi yang didorong oleh sentimen politik dan aksi jual asing. Volume perdagangan mencapai 329,48 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp11,07 triliun, terjadi sebanyak 1,58 juta kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski dalam kondisi negatif.

Pelemahan terjadi merata di sejumlah sektor utama, dengan sektor konsumer non primer menjadi yang paling terdampak, turun 1,97%, disusul barang baku dengan penurunan 1,91% dan teknologi yang melemah 1,50%. Sektor-sektor ini menjadi sorotan pasar karena keterkaitannya langsung dengan kebijakan pemerintah dan prospek ekonomi domestik. Di sisi lain, saham-saham pemberat indeks seperti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Bank Central Asia (BBCA), Bumi Resources Minerals (BRMS), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami penurunan signifikan, memperparah tekanan pada indeks secara keseluruhan.

Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp204,30 miliar pada sesi pertama perdagangan, dengan total pembelian sebesar Rp1,70 triliun dan penjualan mencapai Rp1,90 triliun. Penjualan terbesar berasal dari saham GOTO dengan nilai jual bersih Rp62,77 miliar, disusul Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp29,52 miliar, AMMN Rp24,55 miliar, BBRI Rp19,80 miliar, serta Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp19,54 miliar. Aksi jual asing ini mencerminkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan pemerintah pasca-reshuffle kabinet.

Peristiwa reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjadi pemicu utama ketegangan pasar. Pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, serta penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Energi, menimbulkan spekulasi terhadap kebijakan ekonomi jangka pendek. Di sisi lain, sentimen eksternal seperti perkembangan konflik global, data manufaktur China yang positif, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi, serta revisi pertumbuhan ekonomi AS yang naik, juga memengaruhi persepsi investor terhadap risiko pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya