IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026), bergerak turun 61,64 poin ke posisi 6.009,50 atau melemah 1,02%. Angka ini mencatat level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir, menandai tekanan berkelanjutan di pasar modal. Pergerakan indeks berada dalam rentang 5.973 hingga 6.095, menunjukkan volatilitas tinggi yang didorong oleh sentimen politik dan aksi jual asing. Volume perdagangan mencapai 329,48 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp11,07 triliun, terjadi sebanyak 1,58 juta kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski dalam kondisi negatif.
Pelemahan terjadi merata di sejumlah sektor utama, dengan sektor konsumer non primer menjadi yang paling terdampak, turun 1,97%, disusul barang baku dengan penurunan 1,91% dan teknologi yang melemah 1,50%. Sektor-sektor ini menjadi sorotan pasar karena keterkaitannya langsung dengan kebijakan pemerintah dan prospek ekonomi domestik. Di sisi lain, saham-saham pemberat indeks seperti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Bank Central Asia (BBCA), Bumi Resources Minerals (BRMS), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami penurunan signifikan, memperparah tekanan pada indeks secara keseluruhan.
Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp204,30 miliar pada sesi pertama perdagangan, dengan total pembelian sebesar Rp1,70 triliun dan penjualan mencapai Rp1,90 triliun. Penjualan terbesar berasal dari saham GOTO dengan nilai jual bersih Rp62,77 miliar, disusul Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp29,52 miliar, AMMN Rp24,55 miliar, BBRI Rp19,80 miliar, serta Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp19,54 miliar. Aksi jual asing ini mencerminkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan pemerintah pasca-reshuffle kabinet.
Peristiwa reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjadi pemicu utama ketegangan pasar. Pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, serta penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Energi, menimbulkan spekulasi terhadap kebijakan ekonomi jangka pendek. Di sisi lain, sentimen eksternal seperti perkembangan konflik global, data manufaktur China yang positif, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi, serta revisi pertumbuhan ekonomi AS yang naik, juga memengaruhi persepsi investor terhadap risiko pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
3 Oktober 2026

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
3 Oktober 2026

Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
3 Oktober 2026

OONA Indonesia Lepas 62 Juta Saham ABDA, Raup Rp305 Miliar
Perusahaan asuransi OONA Indonesia menyelesaikan divestasi 62 juta saham ABDA senilai Rp305 miliar pada 30 September 2026.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

