Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia memproyeksikan kebutuhan dana investasi sebesar US$472,6 miliar—setara Rp8,450 triliun (kurs Rp17.915 per dolar AS)—dalam periode 2021 hingga 2035 untuk mewujudkan reduksi emisi karbon secara signifikan. Dana ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim nasional. Untuk mengelola dan menghimpun dana tersebut, pemerintah membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang bertugas mengoptimalkan pendanaan hijau dari berbagai sumber, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Sejak didirikan pada 2019, BPDLH telah mengembangkan strategi penghimpunan dana melalui tiga skema utama: hibah, pinjaman, dan sumbangan. Hingga saat ini, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai US$1,72 miliar atau sekitar Rp30,81 triliun. Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, menegaskan bahwa fokus utama dalam penghimpunan dana adalah dari luar negeri, mengingat perubahan iklim merupakan isu global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara. Ia mengungkap bahwa arahan awal dari Menteri Keuangan saat itu adalah memperluas jangkauan ke pasar internasional demi mendapatkan pendanaan yang lebih besar.
Salah satu sumber pendanaan terpenting dari luar negeri berasal dari kompensasi iklim yang dikelola oleh negara-negara maju terhadap negara berkembang. Saat ini, dana tersebut berasal dari Norwegia senilai US$216 juta, yang menjadi bagian dari komitmen global terhadap keberlanjutan lingkungan. Di sisi lain, pendanaan dalam negeri tetap menjadi fondasi penting, berasal dari alokasi anggaran kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang tetap menyisihkan bagian dari APBN untuk program lingkungan.
Dengan sinergi antara pendanaan domestik dan internasional, BPDLH optimistis target penurunan emisi nasional bisa dipercepat. Saat ini, target pemerintah adalah menurunkan emisi hingga 32% pada 2030, namun dengan pengelolaan dana yang efektif, capaian bisa mencapai 41% atau bahkan lebih tinggi. Oleh karena itu, strategi penghimpunan dana tetap menempatkan prioritas pada kemitraan global, sambil terus memperkuat mekanisme pengelolaan dana dari dalam negeri secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
3 Oktober 2026

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
3 Oktober 2026

OONA Indonesia Lepas 62 Juta Saham ABDA, Raup Rp305 Miliar
Perusahaan asuransi OONA Indonesia menyelesaikan divestasi 62 juta saham ABDA senilai Rp305 miliar pada 30 September 2026.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

