Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Tiongkok sedang mengakselerasi transformasi Pulau Hainan menjadi pusat perdagangan bebas skala besar, dengan nilai proyek mencapai US$113 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun. Inisiatif ini, yang dikenal sebagai Hainan Free Trade Port (FTP), menempatkan wilayah tersebut sebagai eksperimen utama dalam membuka akses perdagangan dan investasi secara luas, dengan operasional kepabeanan yang dipisahkan dari wilayah daratan utama. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada model ekonomi tertutup dan memperkuat posisi Tiongkok dalam rantai pasok global.
Pengurangan tarif dan pelonggaran regulasi menjadi fondasi utama kebijakan baru ini, yang berhasil meningkatkan jumlah barang yang dapat masuk tanpa bea dari 21% menjadi 74%. Kategori barang bebas bea juga diperluas hingga lebih dari 6.600 jenis, mencakup sektor industri, konsumsi, dan teknologi. Selain itu, barang yang diproses di Hainan dapat masuk ke daratan Tiongkok tanpa tarif jika nilai tambah lokalnya mencapai minimal 30%, sebuah insentif kuat bagi produsen untuk beroperasi di kawasan tersebut.
Kebijakan ini juga membuka akses bagi entitas asing dalam sektor layanan yang sebelumnya dibatasi, serta menyederhanakan prosedur investasi lintas batas. Dengan demikian, Hainan diharapkan menjadi poros penting dalam integrasi ekonomi regional, khususnya dengan negara-negara Asia Tenggara yang berbatasan langsung dengan wilayah selatan pulau. Proyek ini dianggap mampu mempercepat pemulihan dan peningkatan efisiensi rantai pasok global di kawasan.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, menyatakan bahwa pelabuhan perdagangan bebas ini akan menjadi gerbang kunci dalam era keterbukaan ekonomi baru. Pasar keuangan di Tiongkok dan Hong Kong merespons positif peluncuran proyek ini, dengan saham-saham utama menguat pada hari pertama peluncuran. Namun, analis seperti Xu Tianchen dari Economist Intelligence Unit menekankan bahwa meski model Hainan menawarkan liberalisasi terkelola, sistem hukum dan keterbukaan finansialnya belum sebanding dengan standar Hong Kong.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
3 Oktober 2026

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
3 Oktober 2026

OONA Indonesia Lepas 62 Juta Saham ABDA, Raup Rp305 Miliar
Perusahaan asuransi OONA Indonesia menyelesaikan divestasi 62 juta saham ABDA senilai Rp305 miliar pada 30 September 2026.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

