Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain

Pemerintah Korea Selatan memperluas jaringan wisata medis ke kota-kota di luar Seoul, dengan sertifikasi 112 fasilitator hingga Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korea Selatan kini memperluas cakupan industri wisata medis di luar ibu kota, dengan memperkuat jaringan layanan kesehatan di wilayah lain. Sejak awal 2026, pemerintah mulai menerapkan kebijakan penyebaran fasilitas khusus untuk pasien asing, seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan yang menembus dua juta orang pada tahun 2025. Sebanyak 112 institusi, termasuk rumah sakit dan agen perjalanan medis, telah mendapatkan sertifikasi sebagai fasilitator utama, dengan penambahan 22 institusi baru dalam program Outstanding Facilitator for Foreign Patients.

Peningkatan jumlah fasilitator di luar Seoul Raya mencapai 22 dari sebelumnya 14, menandai upaya strategis pemerintah untuk menyeimbangkan distribusi manfaat ekonomi dari sektor ini. Kota-kota seperti Busan, Daegu, dan wilayah Jeolla Selatan kini memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam ekosistem wisata medis, seiring dengan penurunan standar kinerja yang diterapkan bagi institusi di luar ibu kota. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi konsentrasi layanan di Seoul, yang saat ini menampung 87,2 persen dari total pasien asing—sekitar 1,76 juta orang.

Layanan kesehatan yang paling diminati oleh pasien internasional tetap berfokus pada dermatologi, bedah plastik, dan prosedur kecantikan noninvasif yang terkait dengan tren K-beauty. Untuk mempercepat proses kunjungan, fasilitator yang tersertifikasi mendapatkan akses khusus, seperti pemrosesan visa elektronik dalam waktu tiga hari, pengecualian terhadap dokumen keuangan tertentu, serta izin tinggal yang lebih fleksibel bagi pendamping pasien.

Program sertifikasi berlaku selama satu tahun, mulai 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas, serta memperkuat posisi Korea Selatan sebagai destinasi utama dalam industri wisata medis global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya