Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pelaksanaan mekanisme short selling resmi dimulai hari ini, namun jumlah partisipan masih terbatas. Hanya 50 investor yang telah membuka rekening khusus untuk transaksi ini sebelum pelaksanaan pertama. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari uji coba yang berlangsung hingga akhir tahun 2026, dengan rencana peningkatan akses pada tahun depan.
Hingga Kamis (1/10/2026), hanya satu dari lima saham yang terdaftar dalam daftar short selling yang berhasil diperdagangkan. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa pengawasan terus dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa data masih terus dipantau, dan belum ada indikasi pelanggaran dalam transaksi yang telah terjadi.
Dua perusahaan sekuritas telah memenuhi syarat sebagai penyedia layanan short selling, yaitu Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Kedua institusi ini telah menyelesaikan persiapan teknis, operasional, dan permodalan. Sementara itu, dua perusahaan sekuritas lainnya sedang dalam tahap proses verifikasi dan belum dapat diumumkan secara resmi.
Kesiapan seluruh pihak, termasuk sistem, SOP, dan kapasitas modal, menjadi syarat utama sebelum izin diberikan. Beberapa pihak yang sedang dalam proses dipastikan akan segera bergabung jika semua persyaratan telah terpenuhi. BEI menegaskan bahwa penambahan saham yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan evaluasi hasil uji coba.
Pelaksanaan short selling dalam skema uji coba ini akan berlangsung hingga akhir tahun ini, dengan rencana peluncuran lebih luas pada awal tahun depan. Tujuannya adalah untuk memperkuat likuiditas pasar dan memperbaiki efisiensi harga saham, serta memastikan sistem tetap terkendali dan transparan selama fase awal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
3 Oktober 2026

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
3 Oktober 2026

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

OONA Indonesia Lepas 62 Juta Saham ABDA, Raup Rp305 Miliar
Perusahaan asuransi OONA Indonesia menyelesaikan divestasi 62 juta saham ABDA senilai Rp305 miliar pada 30 September 2026.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

