Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PKK Konawe Selatan Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Desa

Program PKK Konawe Selatan berhasil menjalin sinergi lintas lembaga guna mempercepat pembangunan desa berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan strategis yang dilakukan oleh Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarlembaga. Dalam upaya mendorong pembangunan desa yang inklusif, PKK menginisiasi pertemuan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk dinas pemerintahan desa, kesehatan, pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan. Tujuan utamanya adalah menyelaraskan program agar lebih efektif dan tepat sasaran dalam menangani permasalahan sosial di tingkat desa.

Melalui pendekatan berbasis masyarakat, kegiatan ini menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam setiap tahap pembangunan. Berbagai inisiatif telah diluncurkan, mulai dari pelatihan keterampilan ekonomi rumah tangga, pencegahan stunting, hingga penguatan sistem kesehatan dasar di wilayah pedesaan. Keterlibatan lintas sektor memastikan bahwa program tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperhatikan aspek budaya dan kearifan lokal.

Ketua PKK Konawe Selatan menegaskan bahwa kolaborasi bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari keluarga, dan kolaborasi ini adalah jembatan untuk membawa perubahan yang lebih luas di tingkat desa,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi. Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terintegrasi agar kebijakan bisa dikawal secara transparan dan akuntabel.

Dengan hasil awal yang menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dan penurunan indikator kemiskinan di beberapa desa, program ini menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara. Fokus utama tetap pada penguatan kapasitas lokal dan pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya