Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Panggil Pejabat Ekonomi Usai IHSG Tekor di Bawah 5.000

Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri dan pejabat keuangan ke Istana menyusul penurunan tajam IHSG ke level 4.996 pada Senin (19/10).

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 69x dibuka
Prabowo Panggil Pejabat Ekonomi Usai IHSG Tekor di Bawah 5.000📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat mendadak dengan sejumlah pejabat tinggi bidang ekonomi dan keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin sore (19/10). Kehadiran para pejabat ini tercatat sejak pukul 15.56 WIB, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari dan CEO Danantara Rosan Roeslani. Kehadiran juga mencakup Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

Beberapa menteri lain seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tiba pada pukul 16.09 WIB. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga turut hadir dalam pertemuan ini. Saat dikonfirmasi, Bahlil Lahadalia menyebut agenda rapat terkait isu ekonomi makro dan kebijakan hilirisasi, meski tidak merinci detail pembahasan yang dibahas di dalam ruangan.

Pertemuan ini berlangsung di tengah penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di angka 4.996 pada perdagangan sore hari. Indeks mengalami penurunan 188,49 poin atau 3,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Data dari RTI Infokom menunjukkan aktivitas pasar modal yang cukup tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp25,06 triliun, volume perdagangan 33,93 miliar saham, dan frekuensi transaksi mencapai 1,61 juta kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 656 mengalami koreksi, 100 menguat, dan 43 stagnan. Seluruh sektor indeks mengalami tekanan, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terdampak, turun 4,57 persen. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari kantor presiden mengenai tujuan spesifik rapat maupun hasil pembahasan yang dihasilkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya