Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Sri Lanka Ajukan Amnesti untuk Warganya yang Divonis Mati di Arab Saudi

Presiden Sri Lanka berencana langsung memohon pengampunan kepada Raja Arab Saudi atas vonis mati terhadap warganya yang diduga melanggar hukum soal konten media sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Presiden Sri Lanka Ajukan Amnesti untuk Warganya yang Divonis Mati di Arab Saudi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menyatakan siap mengajukan permohonan amnesti secara langsung kepada Raja Arab Saudi Salman, menyusul vonis mati yang diterima salah satu warganya, Anojan Sivarasa. Keputusan ini diambil setelah pertemuan dengan orang tua terdakwa di kantor presiden, di mana Dissanayake menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengeksploitasi seluruh jalur hukum dan diplomatik guna menyelamatkan nyawa warganya.

Sivarasa, warga negara Sri Lanka, kini menjadi sorotan internasional setelah dikabarkan dijatuhi hukuman mati akibat unggahan di media sosial yang dianggap menghina agama. Awalnya, dia dilaporkan divonis lima tahun penjara, namun keluarga dan tim hukumnya menyatakan bahwa vonis tersebut telah ditingkatkan menjadi hukuman mati. Kementerian Luar Negeri Sri Lanka belum mengonfirmasi secara resmi keputusan hukum tersebut, tetapi menegaskan tetap memantau perkembangan kasus secara intensif.

Dalam komunikasi diplomatik, kedutaan besar Sri Lanka di Arab Saudi menyatakan masih menunggu dokumen resmi dari otoritas setempat sebelum memberikan pernyataan formal. Selama masa tunggu, pihak berwenang terus menjalin komunikasi dengan otoritas Saudi untuk memastikan hak-hak hukum Sivarasa dilindungi sesuai prinsip-prinsip internasional.

Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi dan konsistensi hukum di negara-negara yang menerapkan hukum pidana agama. Beberapa tokoh masyarakat, termasuk Ketua Aliansi Tamil Progresif Mani Ganesan, menekankan pentingnya intervensi politik tingkat tinggi, dengan menyarankan agar presiden berdialog langsung dengan pemimpin lain seperti Perdana Menteri India Narendra Modi, yang dianggap memiliki akses ke pemimpin Arab Saudi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya