Prima Tunas Investama Perkuat Kepemilikan di Bank Ganesha
Perusahaan investasi Prima Tunas Investama beli 1,38 miliar saham Bank Ganesha dengan harga Rp125 per saham, menaikkan kepemilikan menjadi 9,04% dan menandai komitmen terhadap perkuatan modal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 106x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Prima Tunas Investama, pemegang saham utama PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), melakukan pembelian saham strategis sebanyak 1,38 miliar lembar pada 7–8 September 2026 dengan nilai transaksi mencapai Rp172 miliar. Pembelian dilakukan pada harga Rp125 per saham, yang mencerminkan nilai pasar terkini, dan menambah kepemilikan saham perusahaan tersebut menjadi 9,04% dari sebelumnya. Transaksi ini tercatat dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang bank.
Bank Ganesha kini berada dalam kategori KBMI I, yaitu kategori bank dengan modal inti antara Rp3 triliun hingga Rp6 triliun, sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada kelompok bank untuk meningkatkan kelas ke KBMI II. Komisaris Bank Ganesha, Lisawati, menegaskan bahwa pihaknya akan tunduk pada semua ketentuan regulator tanpa penundaan. Ia menyerahkan perencanaan strategis dan target waktu kenaikan kelas kepada direktur utama, menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas utama.
Dalam laporan keuangan kuartal I tahun 2026, modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp3,64 triliun, berada di atas ambang batas minimal kategori KBMI I. Angka ini menjadi dasar kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan bank. Di samping itu, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026 menetapkan perombakan struktur pengelolaan, termasuk pengangkatan Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur, serta Faisal Dharma Setiawan sebagai komisaris independen.
Pemegang saham juga memutuskan tidak membagikan dividen pada tahun buku 2025, dengan laba bersih sebesar Rp227,09 miliar dialokasikan sebagian besar untuk dana cadangan wajib dan sisanya disimpan sebagai laba ditahan guna memperkuat pemodalan. Keputusan ini menunjukkan fokus bank pada pemantapan struktur keuangan sebagai langkah awal menuju kenaikan kelas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

