Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prima Tunas Investama Perkuat Kepemilikan di Bank Ganesha

Perusahaan investasi Prima Tunas Investama beli 1,38 miliar saham Bank Ganesha dengan harga Rp125 per saham, menaikkan kepemilikan menjadi 9,04% dan menandai komitmen terhadap perkuatan modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 106x dibuka
Prima Tunas Investama Perkuat Kepemilikan di Bank Ganesha📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Prima Tunas Investama, pemegang saham utama PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), melakukan pembelian saham strategis sebanyak 1,38 miliar lembar pada 7–8 September 2026 dengan nilai transaksi mencapai Rp172 miliar. Pembelian dilakukan pada harga Rp125 per saham, yang mencerminkan nilai pasar terkini, dan menambah kepemilikan saham perusahaan tersebut menjadi 9,04% dari sebelumnya. Transaksi ini tercatat dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang bank.

Bank Ganesha kini berada dalam kategori KBMI I, yaitu kategori bank dengan modal inti antara Rp3 triliun hingga Rp6 triliun, sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada kelompok bank untuk meningkatkan kelas ke KBMI II. Komisaris Bank Ganesha, Lisawati, menegaskan bahwa pihaknya akan tunduk pada semua ketentuan regulator tanpa penundaan. Ia menyerahkan perencanaan strategis dan target waktu kenaikan kelas kepada direktur utama, menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas utama.

Dalam laporan keuangan kuartal I tahun 2026, modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp3,64 triliun, berada di atas ambang batas minimal kategori KBMI I. Angka ini menjadi dasar kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan bank. Di samping itu, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026 menetapkan perombakan struktur pengelolaan, termasuk pengangkatan Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur, serta Faisal Dharma Setiawan sebagai komisaris independen.

Pemegang saham juga memutuskan tidak membagikan dividen pada tahun buku 2025, dengan laba bersih sebesar Rp227,09 miliar dialokasikan sebagian besar untuk dana cadangan wajib dan sisanya disimpan sebagai laba ditahan guna memperkuat pemodalan. Keputusan ini menunjukkan fokus bank pada pemantapan struktur keuangan sebagai langkah awal menuju kenaikan kelas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya