Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pertanian Sasar 88 Wilayah Prioritas

Pemerintah siapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui pertanian di 88 kabupaten/kota dengan fokus pada cabai, singkong, kopi, dan peternakan ayam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 69x dibuka
Program Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pertanian Sasar 88 Wilayah Prioritas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mempersiapkan strategi komprehensif untuk menurunkan angka kemiskinan melalui penguatan sektor pertanian di daerah tertinggal. Program ini akan diterapkan di 88 kabupaten dan kota yang menjadi prioritas penanganan kemiskinan secara nasional, dengan penentuan komoditas dan model usaha disesuaikan dengan potensi lokal. Fokus utama adalah memastikan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam rantai produksi, mulai dari perkebunan hingga pemasaran hasil.

Cak Imin menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan ekonomi merupakan solusi paling efektif dalam menangani kemiskinan struktural. Dengan memberdayakan masyarakat secara mandiri, diharapkan jumlah penerima bantuan sosial dapat berkurang secara signifikan, sehingga anggaran yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk memperkuat program produktif. Kegiatan yang diprioritaskan mencakup penanaman cabai dan singkong, budidaya kopi, serta peternakan ayam, dengan penekanan pada skala usaha yang dapat tumbuh cepat.

Dalam jangka pendek, pemerintah akan mendorong pengembangan usaha yang memiliki waktu panen dan return pendapatan cepat, seperti peternakan ayam. Di sisi lain, penyiapan lahan dan infrastruktur pendukung menjadi fokus jangka menengah. Untuk jangka panjang, program akan menekankan hilirisasi produk pertanian, termasuk pengolahan singkong dan kelapa menjadi produk bernilai tambah yang dapat diekspor. Model pengolahan kelapa yang telah sukses masuk pasar internasional dijadikan contoh nyata yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Pelaksanaan program memerlukan sinergi antar kementerian, termasuk dalam pengolahan, pengemasan, distribusi, serta penguatan desa sebagai basis pemberdayaan. Kementerian terkait akan menangani aspek teknis sesuai bidang masing-masing, sementara Kemenko PM bertugas mengoordinasikan dan mengarahkan alokasi anggaran yang telah ada di instansi pemerintah. Dengan pendekatan terpadu dan fokus pada hasil nyata, program ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan yang mampu membawa masyarakat dari ketergantungan pada bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya