Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Puncak El Nino Memicu Peringatan Dini Karhutla

Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan penurunan tren hotspot secara nasional, namun memperingatkan risiko tinggi di September saat El Nino mencapai puncaknya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 04.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Puncak El Nino Memicu Peringatan Dini Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tren penurunan jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat sepanjang akhir Agustus 2026, menunjukkan hasil dari berbagai upaya koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam menghindari pembakaran lahan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa penurunan ini bukan hanya hasil kerja lapangan, tetapi juga refleksi kesadaran publik yang meningkat terhadap dampak lingkungan dari praktik membakar.

Kondisi di Riau menjadi sorotan, dengan dua hari berturut-turut tidak terdeteksi hotspot pada 30 dan 31 Agustus, sementara wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga mencatat penurunan signifikan. Raja Juli menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, menyebut bahwa data hari ini adalah bukti kerja kolektif yang efektif.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. September diproyeksikan sebagai periode kritis karena memasuki puncak fenomena El Nino, yang berpotensi menimbulkan kekeringan ekstrem dan meningkatkan risiko kebakaran. “Ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tantangan baru yang lebih besar,” tegasnya.

Dukungan dari Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pendorong utama dalam penanganan karhutla, termasuk melalui arahan langsung dan pemantauan intensif melalui rapat terbatas serta kunjungan lapangan ke wilayah rawan. Raja Juli menyoroti peran penting Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara dalam memastikan evaluasi harian terhadap perkembangan hotspot, yang turut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini dengan memperkuat pemantauan satelit, peningkatan kapasitas tim pemadam, serta kampanye edukasi kepada masyarakat. Imbauan untuk tidak membakar lahan tetap ditegaskan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak oleh cuaca kering ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya