Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rp456 Miliar Disuntikkan untuk Lanjutkan 12 Titik LRT City

Dana Rp456 miliar dari BPI Danantara digunakan untuk melanjutkan pembangunan 12 titik proyek LRT City yang sempat mandek, dengan tenggat penyelesaian hingga 1 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rp456 Miliar Disuntikkan untuk Lanjutkan 12 Titik LRT City📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Badan Pengatur BUMN (BP BUMN) resmi menyalurkan dana sebesar Rp456 miliar kepada proyek LRT City untuk mengatasi keterlambatan pembangunan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dana tersebut berasal dari BPI Danantara dan akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan di 12 lokasi yang sebelumnya terhenti. Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menegaskan bahwa seluruh unit yang terdampak akan dievaluasi secara menyeluruh guna menentukan kelayakan dilanjutkan.

Beberapa titik proyek bahkan belum pernah mengalami proses konstruksi sama sekali, sementara yang lainnya hanya mencapai tahap awal. Dalam pertemuan terkini dengan perwakilan konsumen, perwakilan Adhi Karya, dan ADCP, Aminuddin menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemulihan proyek. Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah memastikan seluruh unit yang belum diserahterimakan dapat diketahui jumlah dan kondisinya secara akurat.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk., sebagai pengembang utama, diberi batas waktu hingga 1 Oktober 2026 untuk menyelesaikan inventarisasi unit yang belum selesai. Setelah itu, akan dilakukan pertemuan finalisasi antara 10 hingga 15 Oktober 2026 untuk menyusun rencana pemulihan dan penyelesaian proyek secara keseluruhan. Hingga saat ini, belum ada kebijakan formal terkait pengembalian dana atau refund bagi para konsumen yang telah membayar.

Aminuddin juga menyatakan rencana kunjungan langsung ke seluruh lokasi LRT City dalam waktu dekat. Tujuannya adalah melakukan identifikasi lapangan secara langsung guna menilai kelayakan tiap titik untuk dilanjutkan pembangunannya. Evaluasi ini menjadi fondasi penting bagi keputusan akhir tentang arah pengembangan proyek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya