Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLN Percepat Elektrifikasi 105 Desa di Kaltim dengan Jaringan Baru

PLN Unit Induk Distribusi Kaltimra menyelesaikan pembangunan jaringan listrik untuk 105 desa, termasuk 20 lokasi di Kutai Barat, dengan target selesai Maret 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLN Percepat Elektrifikasi 105 Desa di Kaltim dengan Jaringan Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) kini mempercepat elektrifikasi di 105 desa yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur. Proyek ini meliputi pembangunan jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama di 69 desa lainnya. Fokus utama tahun ini diberikan pada Kabupaten Kutai Barat, yang menyertakan 20 lokasi prioritas dalam program listrik desa 2027.

Sejauh ini, dua dari 105 lokasi telah rampung secara teknis, sementara 19 lokasi lainnya telah menyelesaikan penanaman tiang. Sisanya masih dalam tahap penggalian lubang, mobilitas peralatan, dan penyelesaian pekerjaan teknis. Seluruh proyek dijadwalkan selesai pada Maret 2027, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin akses listrik merata di seluruh wilayah terpencil.

Kepala PLN UID Kaltimra, M Chaliq Fadli, menegaskan bahwa kelancaran program bergantung pada sinergi lintas sektor. Lima poin krusial yang perlu diperkuat antara lain penyelesaian izin lahan, kesiapan akses jalan dan jembatan, dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat, koordinasi dengan instansi vertikal, serta keterlibatan pemegang izin kawasan. Untuk wilayah yang sulit dijangkau, PLN juga menyediakan alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

Di Kutai Barat, Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa kondisi geografis menjadi tantangan utama. Dengan luas wilayah mencapai 13.708,92 kilometer persegi, terdiri dari 16 kecamatan dan 190 kampung, akses listrik belum merata. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi mencapai 89,28 persen, artinya masih ada 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik. Sebanyak sembilan kampung di lima kecamatan telah masuk dalam proyek pembangunan jaringan listrik, termasuk pembangunan JTM sepanjang 80,10 kilometer dan JTR sepanjang 47,34 kilometer.

Total 18 unit gardu dengan kapasitas 1.500 kVA telah disiapkan, serta sekitar 1.100 calon pelanggan siap menerima sambungan listrik baru. Pemerintah daerah dan PLN telah menyelesaikan realisasi proyek pada semester pertama 2026, kini tinggal menunggu jadwal peresmian dari pihak PLN untuk menandai selesainya pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya