Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak Muda Kembali Tertarik pada Musik Fisik

Meningkatnya minat terhadap kaset, CD, dan perangkat analog menunjukkan pergeseran preferensi generasi muda terhadap pengalaman nyata dalam mendengarkan musik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anak Muda Kembali Tertarik pada Musik Fisik📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di tengah dominasi layanan streaming, tren musik fisik seperti kaset dan CD kembali mendapat ruang di hati anak muda, terutama di tahun 2026. Data dari industri musik Amerika Serikat mencatat penjualan CD mencapai 17,5 juta unit pada semester pertama tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan 12 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada piringan hitam dan kategori "other physical" yang meliputi kaset dan format lain, dengan pertumbuhan lebih dari 70 persen. Meski demikian, pendapatan dari streaming tetap mendominasi, menunjukkan bahwa dua model konsumsi musik berjalan berdampingan.

Kebiasaan mendengarkan musik kini tidak hanya soal akses cepat, tetapi juga pengalaman sensorik dan emosional. Memegang CD, membuka kemasan, membaca lirik dalam booklet, hingga memutar cakram secara manual memberikan rasa kehadiran yang sulit dirasakan dari layar digital. Banyak remaja yang menyadari bahwa mendengarkan musik secara utuh—dari awal hingga akhir—menjadi aktivitas yang lebih disengaja dan bermakna dibandingkan dengan playlist otomatis yang mengalir tanpa henti.

Koleksi fisik kini menjadi ekspresi identitas pribadi. Album yang dipajang di kamar bukan sekadar hiasan, tetapi cerminan selera musik dan nilai estetika yang dipegang. Edisi khusus, desain unik, serta tambahan merchandise seperti poster atau kartu ucapan membuat setiap pembelian terasa istimewa. Bahkan, generasi yang tidak pernah mengalami era kejayaan kaset atau CD justru menjadi penggemar utama, karena memandang bentuk fisik sebagai bentuk keunikan dan gaya hidup retro yang menarik secara visual.

Ketertarikan pada media analog juga muncul dari kejenuhan terhadap dunia digital yang terlalu intensif. Dalam era di mana semua aktivitas—dari komunikasi hingga penyimpanan data—dilakukan melalui perangkat serba digital, kembali ke benda fisik menjadi bentuk pelarian dari kelelahan digital. Kaset dan CD bukan simbol ketinggalan zaman, melainkan pilihan sadar untuk menikmati musik dengan cara yang lebih terasa, lebih personal, dan lebih terkontrol.

Pembelian fisik juga menjadi bentuk dukungan langsung terhadap musisi, terutama saat rilisan dibatasi jumlahnya atau dilengkapi materi tambahan. Banyak yang menyadari bahwa membeli album fisik memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan sekadar streaming. Dengan demikian, tren ini bukan kembali ke masa lalu, melainkan menemukan cara baru untuk merasakan karya musik secara utuh dan bermakna.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya