Serangan Gabungan AS-Saudi Tewaskan 20 Milisi di Irak
Serangan udara bersama Amerika Serikat dan Arab Saudi menewaskan 20 anggota milisi dan melukai 32 lainnya di sejumlah provinsi Irak, menargetkan markas yang dikaitkan dengan serangan terhadap infrastruktur energi Saudi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi selama satu malam menghantam markas kelompok milisi di delapan provinsi Irak, termasuk Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala. Menurut pernyataan dari Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF), serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer, kendaraan, dan peralatan pendukung. PMF menyatakan bahwa komite khusus sedang melakukan evaluasi lapangan untuk menilai secara komprehensif kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Pihak Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang menargetkan pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi dari wilayah Irak. Serangan itu disebut sebagai tindakan presisi terhadap lokasi yang terkait dengan kelompok-kelompok yang didukung Iran. Operasi tersebut dianggap sebagai bentuk penanggulangan terhadap ancaman yang terus mengancam keamanan militer dan ekonomi negara-negara kawasan.
Arab Saudi menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai bentuk hak membela diri, sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Kementerian Luar Negeri kerajaan menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah serangan dari Irak terhadap fasilitas minyak di wilayah Saudi. Pihak Saudi mengkritik kelompok-kelompok yang didukung Iran atas pendekatan yang dinilai tidak bertanggung jawab dan bersifat eskalatif, meskipun kerajaan telah berupaya menenangkan ketegangan.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menegaskan bahwa operasi gabungan dengan AS dilakukan sebagai respons terhadap agresi yang menargetkan aset strategis negara. Dalam pernyataannya, kerajaan menyatakan tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan merespons setiap serangan lanjutan dengan langkah militer yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan warga serta aset negara. Serangan dipandang sebagai tindakan terarah dan terukur, sesuai hukum internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


