Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Gabungan AS-Saudi Tewaskan 20 Milisi di Irak

Serangan udara bersama Amerika Serikat dan Arab Saudi menewaskan 20 anggota milisi dan melukai 32 lainnya di sejumlah provinsi Irak, menargetkan markas yang dikaitkan dengan serangan terhadap infrastruktur energi Saudi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan Gabungan AS-Saudi Tewaskan 20 Milisi di Irak📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi selama satu malam menghantam markas kelompok milisi di delapan provinsi Irak, termasuk Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala. Menurut pernyataan dari Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF), serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer, kendaraan, dan peralatan pendukung. PMF menyatakan bahwa komite khusus sedang melakukan evaluasi lapangan untuk menilai secara komprehensif kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Pihak Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang menargetkan pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi dari wilayah Irak. Serangan itu disebut sebagai tindakan presisi terhadap lokasi yang terkait dengan kelompok-kelompok yang didukung Iran. Operasi tersebut dianggap sebagai bentuk penanggulangan terhadap ancaman yang terus mengancam keamanan militer dan ekonomi negara-negara kawasan.

Arab Saudi menegaskan bahwa serangan dilakukan sebagai bentuk hak membela diri, sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Kementerian Luar Negeri kerajaan menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah serangan dari Irak terhadap fasilitas minyak di wilayah Saudi. Pihak Saudi mengkritik kelompok-kelompok yang didukung Iran atas pendekatan yang dinilai tidak bertanggung jawab dan bersifat eskalatif, meskipun kerajaan telah berupaya menenangkan ketegangan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menegaskan bahwa operasi gabungan dengan AS dilakukan sebagai respons terhadap agresi yang menargetkan aset strategis negara. Dalam pernyataannya, kerajaan menyatakan tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan merespons setiap serangan lanjutan dengan langkah militer yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan warga serta aset negara. Serangan dipandang sebagai tindakan terarah dan terukur, sesuai hukum internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya