Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Kenalkan Rasa Tanah Air di Nagoya

Atlet bulu tangkis putri Indonesia menikmati makanan khas Tanah Air dan berinteraksi dengan atlet cabang lain saat berkunjung ke Rumah Indonesia di Nagoya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 21.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Kenalkan Rasa Tanah Air di Nagoya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tim bulu tangkis putri Indonesia menjadikan Rumah Indonesia di Nagoya sebagai tempat singgah penting setelah tiba lebih awal di Jepang untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kunjungan ini menjadi momen khusus bagi para atlet untuk melepas rasa rindu akan makanan khas Indonesia, sekaligus mempererat solidaritas antarcabang olahraga. Rachel Allessya Rose, salah satu pemain utama, mengungkapkan kegembiraannya menyantap rujak dan hidangan berat seperti bebek dan sop daging yang disediakan oleh tim Rumah Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa meski sempat berencana mencoba nasi goreng, keinginan itu terpaksa ditinggalkan karena sudah kenyang. Namun, pengalaman kuliner tersebut menjadi pelengkap kehangatan yang dirasakan selama berada di luar negeri. Selain menikmati makanan, Rachel juga berdialog dengan atlet dari berbagai cabang olahraga lain, yang membantu mengurangi rasa canggung awal dan memperkuat semangat kompetitif dalam konteks multievent.

Thalita Ramadhani Wiryawan, rekan setim Rachel, turut menyampaikan kepuasannya atas kunjungan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Rumah Indonesia menjadi penopang penting, terutama bagi tim yang telah menjalani training camp di Tokyo selama lebih dari seminggu. “Kami langsung disuguhi bebek, ayam, dan sop daging. Rasanya seperti pulang ke rumah,” ujarnya.

Kunjungan ini dilakukan setelah tim bulu tangkis putri meraih kemenangan dalam babak 16 besar atas Mongolia. Kini, mereka siap melanjutkan perjuangan pada laga perempat final beregu putri, yang akan berhadapan dengan Taiwan pada 22 September. Kehadiran Rumah Indonesia dinilai tidak hanya menyediakan fasilitas akomodasi, tetapi juga menjadi ruang pemulihan mental dan sosial yang vital bagi para atlet.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya