Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Keselamatan di Laut: Langkah Praktis Saat Kondisi Darurat

Dua insiden kapal hilang kontak di perairan Indonesia menekankan pentingnya kesiapan penumpang dalam situasi darurat laut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Keselamatan di Laut: Langkah Praktis Saat Kondisi Darurat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perjalanan dengan kapal laut, meski menjadi pilihan transportasi penting di wilayah kepulauan, menyimpan risiko yang perlu diantisipasi. Dua kejadian menonjol dalam beberapa hari terakhir: KM Virgo Transport 8 yang menghilang di Laut Jawa pada 13 September, serta rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang lenyap di Selat Sunda pada 7 September saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kedua insiden menjadi peringatan nyata tentang ketidakpastian kondisi laut, terutama saat cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.

Dalam situasi kritis, reaksi spontan sering kali membahayakan. Ahli keselamatan maritim menekankan pentingnya tetap tenang dan patuh pada arahan awak kapal. Setiap instruksi yang disampaikan, termasuk evakuasi atau penggunaan peralatan darurat, harus diikuti secara disiplin. Penumpang yang bergerak sendiri tanpa koordinasi dapat mengganggu proses penyelamatan dan memperbesar ancaman keselamatan.

Pengetahuan dasar tentang lokasi peralatan keselamatan menjadi kunci. Penumpang sebaiknya memperhatikan posisi jaket pelampung, life raft, dan jalur evakuasi sejak awal perjalanan. Saat diminta mengenakan jaket pelampung, segera lakukan dan pastikan terpasang dengan rapat. Jangan melepasnya meski merasa sudah aman, karena kondisi laut bisa berubah secara tiba-tiba.

Ketertiban saat evakuasi sangat krusial. Hindari berdesakan dan patuhi jalur yang ditunjuk. Menjaga kelompok saat berada di air meningkatkan peluang ditemukan. Gunakan alat komunikasi darurat secara bijak untuk menjaga daya tahan baterai. Jangan kembali ke kapal yang terlihat mengapung tanpa izin dari petugas, karena kemungkinan besar kapal masih dalam kondisi tidak stabil atau berisiko.

Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah memastikan setiap penumpang mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam kondisi darurat. Kesadaran akan prosedur keselamatan, didukung disiplin dan keterbacaan informasi, menjadi fondasi utama keselamatan di laut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya