Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Americano Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Fakta Medisnya

Penderita asam lambung perlu waspada terhadap americano meski tanpa susu atau gula, karena kandungan kafein dalam kopi tetap dapat memicu gejala refluks.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 21.27 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Americano Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Fakta Medisnya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Americano, minuman berbasis espresso yang diencerkan dengan air, kerap dipilih oleh pecinta kopi karena rasa yang lebih tajam tanpa tambahan susu. Namun, bagi mereka yang menderita gangguan asam lambung, konsumsi minuman ini perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Meskipun tidak mengandung susu atau gula, americano tetap mengandung kafein—senyawa yang secara klinis dikaitkan dengan melemahkan otot sfingter esofagus, sehingga memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Berdasarkan penelitian dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kopi dan minuman berkafein termasuk faktor risiko utama dalam memperburuk gejala gastroesophageal reflux disease (GERD). American College of Gastroenterology (ACG) juga mencatat kopi sebagai salah satu pemicu umum refluks pada sebagian individu. Artinya, keamanan americano tidak bergantung pada tambahan bahan, melainkan pada kandungan dasar kopi itu sendiri.

Gejala seperti heartburn, sensasi terbakar di dada, rasa asam naik ke tenggorokan, atau mual dapat muncul setelah minum americano, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau pada waktu yang tidak tepat. Reaksi ini berbeda-beda antar individu; seseorang mungkin tidak merasakan dampak, sementara orang lain mengalami gejala setelah sekali minum. Oleh karena itu, toleransi terhadap kopi tidak bersifat universal.

Penderita asam lambung disarankan untuk memantau reaksi tubuh setelah minum americano. Jika muncul tanda-tanda tidak nyaman seperti rasa panas di dada atau asam naik, sebaiknya mengurangi konsumsi atau menghindarinya sementara waktu. Dokter dapat membantu menilai apakah kopi termasuk pemicu spesifik, serta menentukan strategi pengelolaan diet yang sesuai.

Selain jenis minuman, waktu konsumsi juga berperan penting. NIDDK menyarankan untuk tidak minum kopi atau makan berat kurang dari tiga jam sebelum tidur, agar asam lambung tidak mudah naik saat posisi tubuh berbaring. Dengan memperhatikan pemicu individu dan pola konsumsi, penderita asam lambung tetap bisa menikmati kopi dengan cara yang aman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya