Transisi Energi Sebagai Pemicu Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua MPR RI menekankan pentingnya integrasi transisi energi dalam strategi nasional untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, dan menjaga ketahanan energi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Transisi energi bukan sekadar respons terhadap krisis iklim, melainkan bagian integral dari rencana pembangunan berkelanjutan yang harus diterapkan secara sistematis. Eddy Soeparno menegaskan bahwa langkah ini perlu menjadi fondasi kebijakan nasional, bukan hanya sebagai upaya dekarbonisasi semata. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, negara dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Dalam pidato kunci pada peluncuran film dokumenter "Energi untuk Negeri", ia menyoroti relevansi transisi energi dengan amanat Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 yang menekankan prinsip ekonomi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Ia menilai tren global menunjukkan kemajuan pesat dalam efisiensi energi terbarukan, terutama dari penurunan harga panel surya dalam dekade terakhir. Di samping itu, perkembangan teknologi baterai dan kendaraan listrik semakin mempercepat transformasi sektor energi.
Indonesia, menurutnya, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan transisi ini sebagai jalan menarik investasi, mengembangkan industri hijau, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis pada energi bersih. Namun, ia memperingatkan bahwa transisi yang tidak terkoordinasi—atau disorot sebagai "transisi yang kacau"—bisa menimbulkan risiko. Ia mencontohkan China yang tetap membangun pembangkit listrik tenaga batu bara secara besar-besaran, namun secara bersamaan memimpin dunia dalam kapasitas energi surya dan angin.
Film dokumenter tersebut dinilainya sebagai alat komunikasi strategis untuk membangun kesadaran publik. Menurut Eddy, pemahaman masyarakat yang mendalam akan menjadi kunci agar transisi energi tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran kolektif dalam pembangunan ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Suahasil Dilantik, Pengusaha Optimistis Dorong Tumbuh Ekonomi 8%
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan disambut positif pengusaha, yang menilai pengalaman dan keahliannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8%.
14 September 2026

Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara
Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung memimpin operasional Kementerian Keuangan pasca pelantikan, menegaskan komitmen melanjutkan kebijakan stabilisasi ekonomi dan pengelolaan APBN tanpa perubahan mendasar.
14 September 2026

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Tekankan Kredibilitas Institusi
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan RI, menegaskan komitmen menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik lewat kinerja institusi yang transparan dan profesional.
14 September 2026

IHSG Melemah Saat Peluncuran Bansos Digital Ditetapkan Oktober
Indeks Harga Saham Gabungan turun lebih dari 1% dalam 20 menit perdagangan pertama, sementara pemerintah siapkan peluncuran bansos digital pada bulan Oktober.
14 September 2026
Berita Lainnya

Menkeu Dorong Perluasan Penindakan Rokok Ilegal
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Pergantian Menteri Keuangan Tak Ganggu Progres Whoosh
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Purbaya Siapkan Skema BPD Financing untuk Dorong Pembangunan Daerah
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Menteri PKP: BTN Dongkrak Ekosistem Perumahan Melalui KPP
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.640 Akibat Tekanan Global
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

BSI Gelar Lelang Serentak 2026 dengan 2.000 Aset Kompetitif
Senin, 14 September 2026, 19.31 WITA

Reshuffle Kabinet Picu Pemulihan IHSG di Akhir Sesi
Senin, 14 September 2026, 19.31 WITA


