Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp8.248 Triliun di Agustus 2026
Utang luar negeri Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 5,6% secara tahunan, didorong peningkatan utang sektor publik meski sektor swasta menurun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 135x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan Agustus 2026 mencapai angka US$459,3 miliar, setara dengan Rp8.248 triliun berdasarkan kurs rata-rata Rp17.958 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta meningkat dibandingkan posisi Juli 2026 yang sebesar US$454,8 miliar. Pertumbuhan ini terutama berasal dari peningkatan utang sektor publik, sementara utang sektor swasta justru mengalami kontraksi ringan.
Utang pemerintah sendiri tercatat sebesar US$220,9 miliar atau sekitar Rp3.966 triliun, tumbuh 3,3% secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh aliran masuk instrumen Surat Berharga Negara (SBN), yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membayar pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel guna memastikan efisiensi dan optimalisasi pembiayaan pembangunan.
Penggunaan ULN pemerintah didistribusikan ke sektor-sektor strategis, seperti jasa kesehatan dan sosial (22%), administrasi pemerintah serta pertahanan dan jaminan sosial (20,7%), jasa pendidikan (16,2%), konstruksi (11,4%), dan transportasi serta pergudangan (8,5%). Di sisi lain, ULN sektor swasta turun menjadi US$195,6 miliar atau sekitar Rp3.512 triliun, terkontraksi 0,8% secara tahunan, terutama dari penurunan pada korporasi nonkeuangan dan lembaga keuangan.
Sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian menyumbang 80,5% dari total ULN swasta. Bank Indonesia menilai struktur ULN tetap sehat, tercermin dari rasio ULN terhadap PDB yang sebesar 30,9% pada Agustus 2026, serta dominasi utang berjangka panjang di kedua sektor. Koordinasi intensif antara BI dan pemerintah terus diperkuat untuk memastikan pengelolaan ULN mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

