Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp8.248 Triliun di Agustus 2026

Utang luar negeri Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 5,6% secara tahunan, didorong peningkatan utang sektor publik meski sektor swasta menurun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 135x dibuka
Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp8.248 Triliun di Agustus 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan Agustus 2026 mencapai angka US$459,3 miliar, setara dengan Rp8.248 triliun berdasarkan kurs rata-rata Rp17.958 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta meningkat dibandingkan posisi Juli 2026 yang sebesar US$454,8 miliar. Pertumbuhan ini terutama berasal dari peningkatan utang sektor publik, sementara utang sektor swasta justru mengalami kontraksi ringan.

Utang pemerintah sendiri tercatat sebesar US$220,9 miliar atau sekitar Rp3.966 triliun, tumbuh 3,3% secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh aliran masuk instrumen Surat Berharga Negara (SBN), yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membayar pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel guna memastikan efisiensi dan optimalisasi pembiayaan pembangunan.

Penggunaan ULN pemerintah didistribusikan ke sektor-sektor strategis, seperti jasa kesehatan dan sosial (22%), administrasi pemerintah serta pertahanan dan jaminan sosial (20,7%), jasa pendidikan (16,2%), konstruksi (11,4%), dan transportasi serta pergudangan (8,5%). Di sisi lain, ULN sektor swasta turun menjadi US$195,6 miliar atau sekitar Rp3.512 triliun, terkontraksi 0,8% secara tahunan, terutama dari penurunan pada korporasi nonkeuangan dan lembaga keuangan.

Sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian menyumbang 80,5% dari total ULN swasta. Bank Indonesia menilai struktur ULN tetap sehat, tercermin dari rasio ULN terhadap PDB yang sebesar 30,9% pada Agustus 2026, serta dominasi utang berjangka panjang di kedua sektor. Koordinasi intensif antara BI dan pemerintah terus diperkuat untuk memastikan pengelolaan ULN mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya