Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

12 Pelajar SMP Diamankan Usai Tawuran Berdarah di Bekasi

Polisi mengamankan 12 pelajar SMP dari dua kelompok yang berencana tawuran via DM Instagram, menyebabkan satu korban luka bacok dan satu lainnya terluka akibat senjata tajam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.49 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
12 Pelajar SMP Diamankan Usai Tawuran Berdarah di Bekasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polisi Kota Bekasi berhasil mengamankan 12 pelajar tingkat SMP/MTs terkait aksi tawuran berdarah yang terjadi di Jalan Raya Cikunir, Bekasi Selatan, pada sore hari setelah sebelumnya terjadi komunikasi melalui pesan langsung di Instagram. Perundingan duel dua lawan dua yang disepakati pada Rabu (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB berujung pada bentrokan empat pelajar dari masing-masing kelompok menggunakan senjata tajam seperti samurai dan golok, serta penggaris besi, sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban pertama, pelajar berinisial F, mengalami luka bacok di pergelangan tangan kiri dan punggung kiri, kini dirawat di RSUD dr. Chasbullah Kota Bekasi. Sementara itu, pelajar lain dari kelompok lawan, RFA, juga mengalami luka pada tangan kiri akibat sabetan penggaris besi. Polisi kemudian melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, mengamankan enam pelajar awal, lalu menambahkan enam lainnya, sehingga total tersangka mencapai 12 orang dari dua kelompok berbeda.

Penyidik melakukan identifikasi melalui pemeriksaan digital, termasuk riwayat percakapan di media sosial dan pengelolaan akun Instagram yang digunakan sebagai sarana komunikasi. Barang bukti yang berhasil disita antara lain satu bilah golok, lima unit ponsel, serta sejumlah pakaian yang diduga digunakan saat kejadian. Setiap pelajar diperiksa berdasarkan perannya, baik sebagai pelaku langsung, pengangkut senjata, maupun pihak yang hadir di lokasi.

Kapolsek Bekasi Selatan menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara objektif dan adil, memastikan kepastian hukum tanpa mengabaikan hak-hak anak sesuai ketentuan perlindungan anak. Proses penyelidikan terus berjalan dengan pendalaman keterangan saksi dan analisis bukti digital untuk menentukan tanggung jawab masing-masing pihak.

Kapolres Metro Bekasi Kota menyampaikan keprihatinan mendalam atas keterlibatan anak-anak muda dalam tindakan kekerasan bersenjata. Ia menekankan pentingnya peran bersama dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam mencegah kejadian serupa. “Anak-anak seharusnya sedang belajar, bukan terlibat perkelahian yang berpotensi membahayakan nyawa. Kita harus memberikan pembinaan yang tepat, tanpa mengabaikan pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya