351 Saham Terkunci di Batas Bawah Pasca Penurunan ARB ke 7%
Sebanyak 351 saham di BEI menyentuh batas auto reject bawah (ARB) setelah penerapan batas baru 7% pada 19 Oktober 2026, menandai respons pasar terhadap kebijakan baru dan tekanan dari isu MSCI.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin (19/10/2026), dengan 351 dari total 963 saham yang diperdagangkan terkunci di batas auto reject bawah (ARB). Angka ini setara dengan 36% dari keseluruhan saham di bursa, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp3,197 triliun. Kenaikan jumlah saham ARB terjadi pada hari pertama penerapan batas ARB baru sebesar 7%, yang diterapkan secara asimetris oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atas dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di antara saham-saham yang terdampak, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling tinggi kapitalisasi pasar dengan nilai Rp588,24 triliun, turun 6,86% ke level Rp4.820 per saham. Disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang masing-masing anjlok 6,95%, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 6,84% ke Rp1.770. Dari 20 saham terbesar yang terkena ARB, total kapitalisasi pasar mencapai Rp2,302 triliun, atau sekitar 72% dari total ARB hari ini.
Saham-saham besar lain seperti Chandra Asri Pacific (TPIA), Indofood CBP (ICBP), Bumi Resources Minerals (BRMS), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Merdeka Copper Gold (MDKA) juga menyentuh batas bawah. Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume 9,56 miliar saham dan antrean jual tersisa sekitar 1,2 miliar saham hingga penutupan, meski hanya turun Rp1 ke level Rp24 per saham. Secara keseluruhan, 691 saham melemah, 103 saham menguat, dan 169 saham stagnan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64% ke level 4.996,61, sempat menyentuh level terendah 4.907,37 sebelum memperbaiki koreksi dan sempat rebound di atas 5.000. Penurunan dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan Indonesia dipindahkan dari kategori emerging market ke standalone market oleh MSCI. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ARB baru cukup efektif menekan kepanikan pasar, meski tekanan jual masih ada. Ia menekankan pentingnya mekanisme perdagangan yang stabil dan informasi yang transparan bagi seluruh pelaku pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

