Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

351 Saham Terkunci di Batas Bawah Pasca Penurunan ARB ke 7%

Sebanyak 351 saham di BEI menyentuh batas auto reject bawah (ARB) setelah penerapan batas baru 7% pada 19 Oktober 2026, menandai respons pasar terhadap kebijakan baru dan tekanan dari isu MSCI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
351 Saham Terkunci di Batas Bawah Pasca Penurunan ARB ke 7%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin (19/10/2026), dengan 351 dari total 963 saham yang diperdagangkan terkunci di batas auto reject bawah (ARB). Angka ini setara dengan 36% dari keseluruhan saham di bursa, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp3,197 triliun. Kenaikan jumlah saham ARB terjadi pada hari pertama penerapan batas ARB baru sebesar 7%, yang diterapkan secara asimetris oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atas dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di antara saham-saham yang terdampak, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling tinggi kapitalisasi pasar dengan nilai Rp588,24 triliun, turun 6,86% ke level Rp4.820 per saham. Disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang masing-masing anjlok 6,95%, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 6,84% ke Rp1.770. Dari 20 saham terbesar yang terkena ARB, total kapitalisasi pasar mencapai Rp2,302 triliun, atau sekitar 72% dari total ARB hari ini.

Saham-saham besar lain seperti Chandra Asri Pacific (TPIA), Indofood CBP (ICBP), Bumi Resources Minerals (BRMS), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Merdeka Copper Gold (MDKA) juga menyentuh batas bawah. Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume 9,56 miliar saham dan antrean jual tersisa sekitar 1,2 miliar saham hingga penutupan, meski hanya turun Rp1 ke level Rp24 per saham. Secara keseluruhan, 691 saham melemah, 103 saham menguat, dan 169 saham stagnan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64% ke level 4.996,61, sempat menyentuh level terendah 4.907,37 sebelum memperbaiki koreksi dan sempat rebound di atas 5.000. Penurunan dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan Indonesia dipindahkan dari kategori emerging market ke standalone market oleh MSCI. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ARB baru cukup efektif menekan kepanikan pasar, meski tekanan jual masih ada. Ia menekankan pentingnya mekanisme perdagangan yang stabil dan informasi yang transparan bagi seluruh pelaku pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya