400 Sekolah Ditutup Akibat Unjuk Rasa Pelajar Prancis
Aksi protes pelajar di Prancis yang menuntut perbaikan kondisi sekolah dan pendanaan menyebabkan 400 sekolah ditutup dan lebih dari 5.000 orang ditangkap.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Puluhan ribu pelajar sekolah menengah di berbagai kota Prancis menggelar demonstrasi besar-besaran pada Jumat (2/10/2026), memicu bentrokan dengan pasukan kepolisian antihuru-hara. Aksi tersebut dipicu oleh kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan, kekurangan tenaga pengajar, serta kekhawatiran atas rencana pemangkasan anggaran pendidikan yang berpotensi memperparah krisis sistem pendidikan. Unjuk rasa yang berlangsung di kawasan seperti Pantin, pinggiran Paris, sempat memicu kerusuhan saat massa membakar tempat sampah dan memblokade akses ke sekolah.
Kekerasan terjadi ketika polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, yang kemudian dibalas dengan lemparan petasan dan benda-benda lain dari sisi pengunjuk rasa. Sejumlah pelajar mengungkapkan bahwa mereka harus mengikuti pelajaran di ruang kelas yang penuh sesak, dengan fasilitas yang rusak dan guru yang tidak cukup. Mereka menilai masalah ini merupakan akibat dari kebijakan pendanaan yang minim selama bertahun-tahun, yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
Kondisi akademik yang buruk juga diperparah oleh jadwal pelajaran yang tidak efisien, di mana sebagian siswa harus datang ke sekolah pada siang atau sore hari dalam keadaan lapar. Perwakilan asosiasi orang tua menyoroti praktik tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap kesejahteraan siswa. Mereka menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pengelolaan sistem pendidikan nasional.
Dalam pernyataan resmi, Menteri Kehakiman Gerald Darmanin menyatakan bahwa sejak awal aksi protes, sekitar 5.000 orang telah ditangkap, sebagian besar di antaranya adalah remaja. Jumlah tersebut mencerminkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam aksi protes yang menyebar luas. Akibat kerusuhan dan ancaman keamanan, sekitar 400 sekolah menengah—setara dengan satu dari sepuluh sekolah di seluruh wilayah—harus ditutup sementara pada hari yang sama.
Aksi massa ini menunjukkan ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap tidak responsif terhadap realitas lapangan. Kementerian pendidikan dan pemerintah pusat kini dihadapkan pada tekanan untuk segera merespons tuntutan pelajar dan orang tua, sambil menyeimbangkan keamanan publik dengan kebutuhan reformasi sistem pendidikan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pria 71 Tahun Dibebaskan Setelah 41 Tahun Tahanan Mati
Douglas Stewart Carter, yang divonis mati karena pembunuhan di Utah 1985, dibebaskan dengan jaminan setelah bukti DNA baru menunjukkan tidak adanya kaitan genetik dengan kejahatan tersebut.
3 Oktober 2026

Pilot India Selamatkan Penumpang Usai Ditikam di Kokpit
Kapten Smit Machchhar, pilot Flydubai, selamatkan lebih dari 170 penumpang setelah ditikam kopilotnya saat penerbangan ke Tel Aviv, lalu memimpin upaya pendaratan darurat di Arab Saudi.
3 Oktober 2026

Empat WNI Bebas dari Penyanderaan Bajak Laut Somalia
Empat warga negara Indonesia yang disandera perompak Somalia selama lebih dari lima bulan berhasil dilepaskan setelah operasi penyerbuan oleh aparat Puntland, dengan satu korban tewas dan lima lainnya luka-luka.
3 Oktober 2026

Israel Periksa Kopilot Flydubai Usai Insiden Bajak Pesawat
Israel berencana menginterogasi kopilot asal Oman yang diduga berusaha membajak pesawat Flydubai saat terbang ke Tel Aviv, sementara penyelidikan bersama dengan UEA sedang berlangsung.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

