Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AI Dijadikan Alat Deteksi Dini Karhutla oleh MPR

Wakil Ketua MPR mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memprediksi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.52 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 49x dibuka
AI Dijadikan Alat Deteksi Dini Karhutla oleh MPR📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua MPR menekankan perlunya pemanfaatan teknologi canggih dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai respons terhadap ancaman lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Ia menilai bahwa pendekatan tradisional perlu diperkuat dengan inovasi digital, terutama sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis data cuaca dan kondisi lahan secara real time.

Menurutnya, teknologi AI tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan, tetapi juga mampu memprediksi potensi titik api berdasarkan pola musim kering dan arah angin. Dengan kemampuan tersebut, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif dan melakukan intervensi lebih awal sebelum kebakaran meluas.

Ia mencontohkan bahwa sistem berbasis AI dapat mengidentifikasi area dengan risiko tinggi berkembang menjadi titik api besar lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Hal ini membuka peluang besar dalam meminimalkan dampak lingkungan dan sosial dari kebakaran yang seringkali menimbulkan kabut asap dan krisis kesehatan.

Eddy menekankan bahwa pemanfaatan teknologi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis dalam menangani karhutla secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk memastikan implementasi sistem yang akurat dan terintegrasi.

Pendekatan berbasis AI, menurutnya, merupakan kunci untuk mengubah paradigma dari respons pasca kebakaran menjadi pencegahan proaktif. Dengan demikian, upaya penanggulangan karhutla tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis data dan prediksi ilmiah yang akurat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya