Aksi Kekerasan Mewabah di Prancis, 1.200 Orang Ditangkap
Gelombang protes di Prancis berujung kerusuhan masif, dengan 1.200 orang ditangkap, ratusan bangunan rusak, dan 150 polisi terluka dalam aksi yang menyebar di berbagai kota.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertikaian sengit antara massa dan aparat keamanan melanda sejumlah kota di Prancis pada Sabtu (17/10), menyusul aksi demonstrasi yang awalnya berjalan damai namun berubah menjadi kekerasan terkoordinasi. Kekerasan meluas di Paris, Limoges, Lyon, Marseille, dan kota-kota lain, di mana bangunan publik dan komersial dibakar, toko dirusak, serta kendaraan dilalap api. Kepolisian melaporkan lebih dari 1.200 orang telah diamankan, sementara sekitar 550.000 orang dilaporkan turun ke jalan dalam gelombang protes terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Di Paris, suasana yang awalnya tenang berubah drastis menjelang malam. Aksi yang awalnya ditujukan untuk menuntut perbaikan layanan publik dan penurunan biaya hidup berubah menjadi aksi pembakaran dan penjarahan. Sejumlah toko, termasuk sebuah gerai Apple di Lille, dirusak dan dikuras isinya. Di Limoges, kebakaran hebat melanda balai kota, menyebabkan sebagian atap runtuh dan menimbulkan kerusakan serius pada struktur bangunan bersejarah tersebut. Petugas pemadam kebakaran menghadapi hambatan saat menangani api, karena sejumlah individu bersikap bermusuhan menghalangi upaya pemadaman.
Kerusuhan juga menewaskan seorang pemuda di Saint-Étienne akibat ledakan granat yang diduga dilemparkan oleh kelompok tidak dikenal. Wali kota kota tersebut, Régis Juanico, menyebut kejadian itu sebagai tragedi yang "tidak seharusnya terjadi". Di Lyon, wali kota Grégory Doucet menyatakan kebakaran kantor pariwisata sebagai "tragedi" yang merusak ikon kota. Kepolisian menyebut sejumlah "individu bertudung" sebagai pelaku utama aksi kekerasan yang disengaja, termasuk di Paris, Marseille, Rennes, dan Toulouse.
Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa kekerasan tidak akan dibiarkan, dengan menyatakan bahwa semua pelaku pembakaran, penjarahan, dan penyerangan terhadap fasilitas negara akan "dituntut dan dihukum". Ia menekankan bahwa negara akan bersatu menanggulangi pihak-pihak yang mencoba merusak stabilitas. Perdana Menteri Sébastien Lecornu menambahkan bahwa aksi protes telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk "pemanasan politik" menjelang pemilihan presiden tahun depan, menyalahkan sejumlah tokoh politik yang disebutnya memicu eskalasi.
Meski sejumlah konsesi telah diumumkan, termasuk janji penambahan 3.000 guru pengganti untuk mengatasi kekurangan tenaga di sekolah menengah, aksi protes tetap berlanjut. Gerakan Gilets Jaunes, yang telah berlangsung sejak 2018, kembali menjadi pusat aksi, dengan dukungan dari serikat pekerja dan kelompok-kelompok aktivis. Meski beberapa tokoh politik seperti Jean-Luc Mélenchon mengecam kekerasan, mereka juga menekankan bahwa tuntutan rakyat harus didengar. Pemerintah menegaskan bahwa kekerasan tidak akan diperbolehkan sebagai alat perubahan, dan semua pelaku akan diproses secara hukum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

