Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif Rp537 Triliun dan Dialog AI

AS dan China sepakat mengurangi tarif untuk barang senilai USD30 miliar, termasuk produk pertanian dan konsumsi, serta membuka dialog kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.09 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
AS-China Sepakati Pemangkasan Tarif Rp537 Triliun dan Dialog AI📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan tiga hari di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mencapai kesepakatan strategis terkait perdagangan dan kerja sama teknologi. Salah satu poin utama adalah pemangkasan tarif terhadap barang senilai USD30 miliar—setara lebih dari Rp537 triliun berdasarkan nilai tukar kurs Rp17.914 per dolar AS—yang melibatkan ekspor dari kedua negara. Keputusan ini diharapkan meringankan beban perdagangan sektor non-strategis dan mempercepat aliran komoditas.

Pemangkasan tarif berlaku untuk produk-produk pertanian, kayu, dan kosmetik dari AS yang diekspor ke Tiongkok, serta peralatan rumah tangga kecil, mainan, dan dekorasi dari Tiongkok yang masuk ke pasar AS. Kedua pihak menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk menstabilkan hubungan ekonomi yang sempat tegang dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan resmi dari Gedung Putih menyebutkan bahwa kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama atas perdagangan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Selain isu tarif, kedua pemimpin juga menyetujui pembentukan dewan perdagangan bilateral sebagai wadah koordinasi rutin. Kesepakatan ini diperkuat dengan perpanjangan hasil pembicaraan sebelumnya yang digelar di Kuala Lumpur, menandai upaya sistematis untuk menjaga komunikasi strategis di tengah ketegangan geopolitik. Dialog mengenai kecerdasan buatan juga menjadi agenda utama, dengan harapan dapat mengatur penggunaan teknologi secara etis dan mencegah perlombaan senjata digital.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung dalam suasana diplomasi personal yang hangat, meski tidak diikuti pengumuman terobosan besar yang bersifat publik. Namun, hasilnya dianggap sebagai langkah signifikan dalam membangun kepercayaan antar kedua negara terbesar dunia. Xi Jinping telah kembali ke Beijing pada Sabtu, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, yang menegaskan bahwa kerja sama ekonomi dan teknologi tetap menjadi prioritas bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya