Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun

Pria Belanda ini berhasil meraih kekayaan US$38 miliar melalui kepemilikan saham di Tether dan Bitfinex, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh namun paling tertutup di dunia kripto.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jean-Louis van der Velde, sosok yang dikenal sebagai salah satu otak di balik dominasi kripto global, kini menempati posisi ke-58 sebagai orang terkaya di dunia menurut pembaruan Forbes pada 27 September. Dengan kekayaan mencapai US$38 miliar atau setara Rp680,58 triliun (kurs Rp17.910), pria berkebangsaan Belanda ini menjadi tokoh misterius yang memengaruhi ekosistem digital tanpa pernah tampil di publik secara luas. Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham strategis di dua entitas kunci: Tether, penerbit stablecoin USDT, dan Bitfinex, salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

Peran utamanya sebagai pemimpin strategis di kedua perusahaan ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital global. Tether, yang didukung oleh cadangan obligasi pemerintah AS, berhasil mencatat volume transaksi harian mencapai puluhan miliar dolar, menjadikannya aset kripto paling likuid. Pendapatan dari imbal hasil cadangan tersebut menjadi pilar utama keuntungan perusahaan, yang secara langsung menopang nilai kekayaan van der Velde. Ia memimpin Tether sebagai CEO hingga 2023, lalu menyerahkan jabatan kepada Paolo Ardonio, sambil tetap berperan sebagai penasihat strategis, sementara kendali operasional Bitfinex tetap berada di tangannya.

Kehidupan profesional van der Velde dimulai dari perjalanan akademik di Taiwan pada 1985, saat ia menempuh studi di National Taiwan Normal University. Pengalaman itu memungkinkannya menguasai bahasa Mandarin dan membuka pintu karier di Asia selama lebih dari tiga dekade. Sebelum masuk dunia blockchain, ia aktif di sektor teknologi dengan memimpin berbagai perusahaan startup yang bergerak di bidang desain perangkat keras, sistem tertanam, hingga layanan IPTV. Kiprahnya di dunia digital dimulai sekitar tahun 2010-an saat menjabat CEO Bitfinex, yang kemudian menjadi fondasi bagi pengembangan Tether.

Meski berperan sentral dalam evolusi kripto global, van der Velde dikenal sangat menutup diri dari publik. Ia hampir tidak pernah tampil di media sosial, tidak mengikuti konferensi besar, dan jarang memberikan wawancara. Bahkan, informasi pribadinya minim tersedia di publik. Namun, keberadaannya tercatat dalam dunia akademik, di mana ia pernah menjadi dosen tamu di National Taiwan University of Science and Technology, mengajar topik teknologi blockchain dan regulasi teknis digital. Kehadirannya yang terbatas justru menambah aura misteri yang melekat pada tokoh yang menjadi penggerak ekonomi digital global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya