NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
NexAI mendapatkan fasilitas kredit dari BNI senilai total Rp10,75 triliun untuk ekspansi dua pusat data di Jababeka dan Batang, didukung jaminan perusahaan dan perjanjian dengan ketentuan jangka panjang.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk secara resmi menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk dua anak usahanya, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Dalam kesepakatan ini, NAC mendapatkan fasilitas pinjaman hingga Rp4,125 triliun, sedangkan NGC memperoleh pendanaan hingga Rp6,629 triliun, menjadikan total nilai kredit yang diserap mencapai sekitar Rp10,75 triliun. Transaksi ini telah memenuhi kriteria Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020 karena nilainya melebihi 50% dari ekuitas perseroan menurut laporan keuangan konsolidasi auditan per 30 April 2026.
Dana dari fasilitas kredit tersebut dialokasikan secara spesifik untuk pengembangan infrastruktur pusat data. NAC menggunakan dana untuk membiayai pengambilalihan fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, yang saat ini memiliki kapasitas 6 MW. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk menambah kapasitas hingga 36 MW, sehingga total kapasitas JababekaDC akan mencapai 42 MW, termasuk pembiayaan bunga selama masa pembangunan. Sementara itu, NGC menerapkan dana untuk pembangunan BatangDC, fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, hingga mencapai kapasitas maksimal 60 MW.
Tenor pinjaman untuk NAC berlaku hingga enam tahun, dengan opsi perpanjangan dua kali masing-masing selama satu tahun. Sedangkan fasilitas untuk NGC memiliki tenor lebih panjang, mencapai tujuh tahun dengan satu kali opsi perpanjangan selama satu tahun. Kedua fasilitas dikenakan suku bunga berupa Compounded IndONIA 90 hari ditambah 1,9%. Sebagai bagian dari transaksi, NexAI Digital Infrastruktur memberikan jaminan perusahaan kepada BNI sebagai agen jaminan, serta menyerahkan hak tanggungan atas tanah dan bangunan, fidusia atas aset bergerak dan piutang, gadai saham minoritas, hingga pengalihan bersyarat atas kontrak strategis.
Perjanjian juga mencantumkan sejumlah pembatasan bagi debitur, termasuk larangan memberikan jaminan tambahan, menambah utang baru, melepas aset, mengubah pengendalian, atau melakukan penggabungan usaha tanpa izin eksplisit dari pemberi pinjaman. Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan perseroan, kecuali pada kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman sesuai perjanjian, serta tanggung jawab sebagai penanggung jika terjadi peristiwa wanprestasi. Seluruh informasi telah diungkap secara lengkap tanpa adanya informasi menyesatkan, dan tidak ada hubungan afiliasi antara NexAI, NAC, NGC, dan BNI.
Transaksi ini dilakukan bersamaan dengan penambahan penyertaan modal masing-masing Rp49 miliar ke NAC dan NGC, sehingga total penyertaan mencapai Rp98 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif perseroan dalam memperkuat posisinya sebagai penyedia pusat data berbasis kecerdasan buatan, yang telah diluncurkan sejak awal September 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

IHSG Awal Perdagangan Melemah, BI Pertahankan Suku Bunga
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

