Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027

Anggaran Rp3,29 triliun disiapkan untuk dukung pembangunan tiga proyek jalan tol utama dan kewajiban pembayaran layanan di Sumatra pada 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp3,29 triliun dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027 untuk mendukung proyek jalan tol strategis. Anggaran ini mencakup dukungan konstruksi langsung bagi tiga proyek utama serta pemenuhan kewajiban pembayaran berbasis layanan (PBBL) pada jalan tol di Sumatra. Penetapan ini dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran dan penyelesaian infrastruktur jalan tol yang menjadi prioritas nasional.

Tiga proyek tol yang mendapat dukungan konstruksi pemerintah meliputi Jalan Tol Serang-Panimbang di Banten, Jalan Tol Semarang-Demak khususnya Seksi Semarang-Sayung di Jawa Tengah, serta Jalan Tol Akses Patimban di Jawa Barat. Ketiga proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah strategis.

Selain dukungan konstruksi, alokasi anggaran juga mencakup kewajiban pembayaran PBBL untuk Tol Betung-Tempino-Jambi di Sumatra. Pada tahun 2027, kebutuhan dana PBBL untuk proyek tersebut mencapai Rp1,5 triliun, namun realisasi anggaran yang telah disiapkan baru mencapai Rp1,345 triliun. Hal ini menimbulkan kekurangan anggaran sebesar Rp155 miliar yang perlu segera diatasi.

BPJT KemenPU menyampaikan harapan agar kekurangan anggaran tersebut dapat ditutup melalui realokasi dari sisa anggaran yang belum digunakan pada tahun anggaran berjalan. Dengan demikian, kewajiban pemerintah terhadap kontraktor dan operator tol dapat dipenuhi secara tepat waktu, menjaga keberlangsungan operasional dan kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya