Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolri: Ulama dan Polri Satu Visi Bangun Negeri Aman

Kapolri tegaskan sinergi ulama dan kepolisian sebagai fondasi keamanan dan pembangunan nasional melalui kolaborasi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Kapolri: Ulama dan Polri Satu Visi Bangun Negeri Aman📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama strategis antara ulama dan aparat keamanan dalam membangun Indonesia yang aman, damai, dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara "Ngaji Kebangsaan" bersama tokoh ulama KH Ahmad Bahauddin Nursalim di Rembang, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/9), sebagai bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas negara.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan tanpa ruang yang aman, sementara keamanan itu sendiri tidak akan terwujud tanpa persatuan yang terus diperkuat. Dalam konteks ini, ulama dianggap sebagai pemberi arah dan nilai-nilai moral, sedangkan Polri hadir sebagai penjaga ketertiban dan perlindungan masyarakat. Keduanya, menurut Sigit, memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sigit menggambarkan ulama sebagai kompas kebangsaan yang menuntun masyarakat melalui nasihat, doa, dan pemahaman keagamaan yang moderat. Sementara tugas Polri digambarkan seperti lentera yang menerangi jalan, menjaga ketertiban, dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan hasil dari ikhtiar kolektif seluruh elemen bangsa.

Dalam situasi global yang penuh tantangan, Kapolri menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan mengelola perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman. Ia mengingatkan bahwa perpecahan akibat ketidakpahaman atau kesalahpahaman dapat merusak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara ulama dan kepolisian diharapkan menjadi model sinergi yang dapat ditiru di berbagai daerah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya