Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah

KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan layanan baru berupa kereta api kelas ekonomi kerakyatan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat menengah. Konsep ini menawarkan tarif lebih rendah dibandingkan kelas ekonomi komersial, namun tetap menawarkan kapasitas angkut yang besar. Layanan ini telah diluncurkan sejak awal tahun dan sejak itu mendapatkan respon positif dari publik.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa dua rangkaian kereta ekonomi kerakyatan telah beroperasi dengan kapasitas harian mencapai 1.116 penumpang. Tingkat okupansi bahkan mencapai 155%, dengan rata-rata penumpang harian sebanyak 1.729 orang dan total penumpang yang dilayani hingga 142.566 orang sejak peluncuran. Salah satu rute yang sudah berjalan adalah dari Pasar Senen menuju Lempuyangan dengan tarif tetap Rp125.000 per penumpang, yang diklaim terus penuh.

KAI juga mempersiapkan perubahan konfigurasi tempat duduk pada kereta PSO guna meningkatkan efisiensi ruang dan kenyamanan penumpang. Rencananya, jumlah tempat duduk per gerbong akan dikurangi dari 106 menjadi 93, dengan posisi duduk searah perjalanan. Langkah ini dilakukan atas arahan Presiden untuk menyelaraskan layanan kereta dengan kebutuhan masyarakat. Sebanyak lebih dari 75 gerbong diproyeksikan akan dikonversi untuk mendukung layanan baru ini.

Meski hadirnya layanan ekonomi kerakyatan, KAI menegaskan bahwa layanan PSO tidak akan dihentikan. Sebaliknya, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar layanan baru ini dapat mendapatkan subsidi pemerintah melalui skema PSO. Dengan dukungan tersebut, tarif perjalanan diproyeksikan bisa turun hingga mencapai kisaran Rp80.000, bahkan lebih rendah dari tarif saat ini, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya