Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kekuatan signifikan dengan penutupan di level 6.374,91, naik 1,56% pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Kenaikan ini didukung oleh volume transaksi harian yang mencapai 36,79 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,9 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,92 juta kali. Kondisi pasar yang mendukung ini menjadi latar belakang aktivitas beli asing yang intensif di sejumlah emiten unggulan.
Di tengah kenaikan IHSG, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp461,36 miliar di pasar reguler dan Rp468,26 miliar di pasar negosiasi, namun tetap menunjukkan kecenderungan beli bersih di sejumlah saham kunci. Total pembelian bersih asing di pasar tunai dan negosiasi mencapai Rp6,92 miliar, menunjukkan pergerakan strategis yang terfokus pada emiten dengan prospek pertumbuhan kuat.
Dari data yang dikumpulkan, sepuluh saham dengan pembelian bersih terbesar oleh investor asing meliputi PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dengan nilai Rp106,73 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp53,70 miliar. Sementara itu, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) mencatat pembelian bersih Rp42,25 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan Rp30,02 miliar.
Saham-saham lain yang menjadi incaran asing antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan Rp26,26 miliar, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar Rp23,45 miliar, PT Indika Energy Tbk. (INDY) dengan Rp23,05 miliar, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) Rp19,17 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Rp17,90 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp17,55 miliar. Pemilihan saham-saham ini mencerminkan minat asing terhadap sektor pertambangan, energi, dan teknologi yang dianggap berpotensi tumbuh dalam jangka menengah.
Tujuan dari aktivitas beli asing ini menunjukkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan yang kuat serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan, terlepas dari fluktuasi pasar secara umum. Pergerakan ini juga menjadi indikator sentimen positif terhadap pasar modal Indonesia, terutama dalam konteks kenaikan IHSG yang didorong oleh aliran modal asing yang terfokus dan selektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Indeks harga saham gabungan menguat 1,56% ke level 6.374,91, didukung kenaikan saham unggulan dan perluasan kerja sama energi hijau oleh Jababeka.
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

IHSG Awal Perdagangan Melemah, BI Pertahankan Suku Bunga
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

