Subsidi BBM dan LPG 2027 Disepakati Rp261,5 Triliun
Anggaran subsidi energi untuk BBM dan LPG tabung 3 kg ditetapkan sebesar Rp261,5 triliun dalam RAPBN 2027, lebih rendah dari usulan awal namun tetap lebih tinggi dibanding realisasi 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Komite Anggaran DPR RI bersama pemerintah menyetujui pengurangan anggaran subsidi energi, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tabung 3 kilogram. Total alokasi subsidi energi yang disepakati mencapai Rp261,5 triliun, menurun dari usulan awal sebesar Rp272,94 triliun. Penurunan ini mencapai Rp11,44 triliun dan menjadi hasil kompromi antara legislatif dan eksekutif dalam rapat kerja di kompleks parlemen.
Komposisi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg tahun depan ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun, lebih rendah dibanding usulan awal Rp142,8 triliun. Rincian terdiri dari subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) sebesar Rp28,34 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kg sebesar Rp103,05 triliun. Penurunan ini didorong oleh penurunan volume kuota penyaluran, terutama pada LPG 3 kg dan solar jenis JBT, yang masing-masing mencapai 8 juta metrik ton dan 19,561 miliar liter.
Pemerintah tetap mempertahankan subsidi minyak solar sebesar Rp1.000 per liter, sebagai bagian dari kebijakan perlindungan terhadap sektor transportasi dan produksi. Sementara itu, alokasi subsidi listrik tahun berjalan dipertahankan sebesar Rp117,84 triliun, serta subsidi listrik kurang bayar untuk tahun 2025 tetap sebesar Rp12,26 triliun, sesuai dengan usulan awal.
Penetapan anggaran ini mencerminkan upaya penyesuaian kebijakan subsidi guna menjaga keseimbangan anggaran negara, sekaligus tetap menjaga akses energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Keputusan ini diharapkan dapat mendukung stabilitas fiskal jangka panjang tanpa mengorbankan pelayanan publik esensial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Kereta wisata mewah Nusantara Explorer akan diluncurkan secara komersial pada 28 September 2026 dengan kapasitas maksimal 112 penumpang melalui integrasi dua kereta Panoramic.
26 September 2026

BYAN Cabut Status Kahar Usai RKAB 2026 Disetujui Kementerian ESDM
PT Bayan Resources Tbk resmi mencabut status keadaan kahar setelah tiga anak usahanya mendapatkan persetujuan perubahan RKAB 2026 dari Kementerian ESDM.
26 September 2026
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Paus Leo menegaskan peran krusial media dalam demokrasi saat dikonfrontasi soal pembatasan akses jurnalis ke Gedung Putih oleh pemerintahan AS.
26 September 2026

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tidak mungkin berdialog dengan Trump jika AS tetap menerapkan sanksi dan ancaman militer terhadap Teheran.
26 September 2026
Berita Lainnya

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

