Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - AirNav Indonesia resmi meluncurkan program revitalisasi Pasar Ngasem di Yogyakarta sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ekonomi lokal dan pelestarian budaya. Kegiatan dimulai dengan upacara peresmian di tengah keramaian warga, menandai langkah nyata dalam memperbaiki kondisi pasar yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Program ini diluncurkan dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-14 perusahaan, dengan tujuan menghadirkan manfaat langsung bagi pedagang dan pengunjung.
Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mencakup penataan area pemilahan sampah, perbaikan saluran air yang sempat terganggu, serta penerapan sistem manajemen limbah yang lebih terstruktur. Selain itu, dinding pasar yang sebelumnya terlihat kosong dan kumuh kini mulai dihiasi mural artistik sebagai bagian dari upaya memperindah estetika tempat tersebut. Pemasangan kamera pengawas (CCTV) juga menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan tidak terlepas dari keterikatan dengan masyarakat sekitar. Ia menilai Pasar Ngasem sebagai simbol kehidupan ekonomi dan budaya yang perlu dilestarikan. Melalui program ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bentuk nyata dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut positif langkah tersebut, menyebut perubahan signifikan telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyoroti peningkatan kebersihan, tata kelola sampah yang lebih teratur, serta perbaikan infrastruktur seperti saluran air yang sebelumnya tersumbat. Ia menilai kolaborasi ini menjadi contoh konkret gotong royong antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat kualitas lingkungan dan ekonomi kota.
Program dengan tema "Ngasem Berwarna, Ngasem Bersih - Langit Jogja Terjaga" diharapkan menjadi model pengembangan pasar tradisional yang berkelanjutan. Dengan penataan yang lebih baik, pasar ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang budaya yang hidup dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Indeks harga saham gabungan menguat 1,56% ke level 6.374,91, didukung kenaikan saham unggulan dan perluasan kerja sama energi hijau oleh Jababeka.
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

IHSG Awal Perdagangan Melemah, BI Pertahankan Suku Bunga
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

