Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Perkuat Tekanan Ekonomi ke Iran, Dorong Larangan Penerbangan dan Perbankan

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keberhasilan strategi tekanan ekonomi terhadap Iran melalui pembatasan penerbangan dan perbankan di sejumlah negara mitra.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
AS Perkuat Tekanan Ekonomi ke Iran, Dorong Larangan Penerbangan dan Perbankan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan kemajuan signifikan dalam upaya ekonomi terhadap Iran, menegaskan bahwa langkah koordinasi global telah mulai mengurangi akses negara tersebut ke sistem penerbangan dan perbankan internasional. Ia menyebut tim khusus telah diterjunkan ke berbagai wilayah untuk mendorong negara-negara mitra mengambil tindakan tegas terhadap entitas Iran yang dianggap mendukung aktivitas yang merugikan keamanan global.

Beberapa negara telah merespons, termasuk Turki dan Oman yang secara resmi menghentikan penerbangan dari maskapai swasta Iran, Mahan Air. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menutup akses seluruh penerbangan Iran, termasuk rute menuju Dubai—kota pusat perdagangan dan hub transportasi utama di kawasan. Kehadiran komunitas Iran yang besar di wilayah tersebut sebelumnya menjadi faktor penting dalam menjaga koneksi penerbangan antara Teheran dan Timur Tengah.

Kendati demikian, tekanan juga menyentuh sektor perbankan. Bank Sentral UEA telah memblokir transaksi yang melibatkan cabang Bank Melli Iran, dengan alasan pelanggaran terhadap aturan anti-pencucian uang dan pendanaan terorisme. Sebelumnya, Turki juga mencabut izin operasional Bank Mellat Iran, lembaga keuangan yang telah lama menjadi sasaran sanksi internasional. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi yang disebut Bessent sebagai 'economic D-Day' terhadap pemerintah Teheran.

Pertemuan intensif antara pejabat Departemen Keuangan AS dengan lebih dari 50 negara telah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perjalanan diplomatik yang dipimpin oleh Asisten Menteri Keuangan untuk Pendanaan Terorisme, Jonathan Burke. Meski sejumlah maskapai Iran masih beroperasi ke China, negara itu tetap menjadi satu-satunya rute internasional utama yang tidak mengikuti tekanan AS. Hal ini menunjukkan ketidakseragaman dalam respons global terhadap kebijakan ekonomi terhadap Iran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya