Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Dorong China Buka Akses Pasar Keuangan AS

Pemerintah AS mendorong China membuka akses pasar bagi perusahaan keuangan AS seperti Mastercard, Visa, dan Citigroup dalam pertemuan bilateral di Bangkok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
AS Dorong China Buka Akses Pasar Keuangan AS📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat kembali menekan China untuk memperluas akses pasar bagi perusahaan keuangan asing, khususnya di sektor pembayaran dan pasar modal. Langkah ini disampaikan dalam dua pertemuan bilateral yang digelar pekan ini di Bangkok, di mana delegasi AS dipimpin Wakil Menteri Keuangan Francis Brooke. Fokus utama pembicaraan mencakup regulasi dan izin operasional yang lebih inklusif bagi perusahaan keuangan AS.

Sejalan dengan komitmen yang dibahas dalam pertemuan puncak Washington bulan lalu antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, upaya ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bilateral untuk menjaga stabilitas ekonomi bilateral. Baru-baru ini, otoritas keuangan China memberikan izin awal kepada Visa untuk mempersiapkan sistem kliring kartu yuan secara penuh, dengan tenggat waktu satu tahun sebelum pengajuan izin operasional resmi.

Mastercard kini mengoperasikan layanan pembayaran dalam mata uang lokal melalui kemitraan strategis dengan NetsUnion Clearing Corp. sejak 2024. Namun, perusahaan berharap bisa beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada entitas lokal jika izin baru diberikan. Di sisi lain, Citigroup terus mengupayakan lisensi penuh untuk menjalankan berbagai aktivitas di pasar modal China, termasuk penjaminan emisi, riset pasar, dan perdagangan saham, setelah mengajukan permohonan sejak akhir 2021.

Meskipun China telah melonggarkan aturan kepemilikan asing di sejumlah sektor sejak 2018, industri pembayaran tetap didominasi perusahaan lokal yang didukung kebijakan pemerintah. Batasan terhadap aliran modal lintas negara tetap diberlakukan. Namun, langkah terbaru dianggap sebagai bentuk konsesi terbatas yang menunjukkan keinginan Beijing menjaga hubungan ekonomi dengan Washington tetap kondusif.

Menurut analis China Eurasia Group, Dan Wang, kebijakan tersebut mencerminkan upaya Beijing untuk mempertahankan momentum kerja sama ekonomi meski dalam konteks ketegangan geopolitik. Ia menilai bahwa meski belum membuka akses penuh, langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan China. Pertemuan lanjutan antara Trump dan Xi di Shenzhen pada KTT APEC November 2026 diharapkan menjadi momen penting untuk melanjutkan dialog ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya