AS Dorong China Buka Akses Pasar Keuangan AS
Pemerintah AS mendorong China membuka akses pasar bagi perusahaan keuangan AS seperti Mastercard, Visa, dan Citigroup dalam pertemuan bilateral di Bangkok.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat kembali menekan China untuk memperluas akses pasar bagi perusahaan keuangan asing, khususnya di sektor pembayaran dan pasar modal. Langkah ini disampaikan dalam dua pertemuan bilateral yang digelar pekan ini di Bangkok, di mana delegasi AS dipimpin Wakil Menteri Keuangan Francis Brooke. Fokus utama pembicaraan mencakup regulasi dan izin operasional yang lebih inklusif bagi perusahaan keuangan AS.
Sejalan dengan komitmen yang dibahas dalam pertemuan puncak Washington bulan lalu antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, upaya ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bilateral untuk menjaga stabilitas ekonomi bilateral. Baru-baru ini, otoritas keuangan China memberikan izin awal kepada Visa untuk mempersiapkan sistem kliring kartu yuan secara penuh, dengan tenggat waktu satu tahun sebelum pengajuan izin operasional resmi.
Mastercard kini mengoperasikan layanan pembayaran dalam mata uang lokal melalui kemitraan strategis dengan NetsUnion Clearing Corp. sejak 2024. Namun, perusahaan berharap bisa beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada entitas lokal jika izin baru diberikan. Di sisi lain, Citigroup terus mengupayakan lisensi penuh untuk menjalankan berbagai aktivitas di pasar modal China, termasuk penjaminan emisi, riset pasar, dan perdagangan saham, setelah mengajukan permohonan sejak akhir 2021.
Meskipun China telah melonggarkan aturan kepemilikan asing di sejumlah sektor sejak 2018, industri pembayaran tetap didominasi perusahaan lokal yang didukung kebijakan pemerintah. Batasan terhadap aliran modal lintas negara tetap diberlakukan. Namun, langkah terbaru dianggap sebagai bentuk konsesi terbatas yang menunjukkan keinginan Beijing menjaga hubungan ekonomi dengan Washington tetap kondusif.
Menurut analis China Eurasia Group, Dan Wang, kebijakan tersebut mencerminkan upaya Beijing untuk mempertahankan momentum kerja sama ekonomi meski dalam konteks ketegangan geopolitik. Ia menilai bahwa meski belum membuka akses penuh, langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan China. Pertemuan lanjutan antara Trump dan Xi di Shenzhen pada KTT APEC November 2026 diharapkan menjadi momen penting untuk melanjutkan dialog ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

