Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO

Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Survei terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkapkan dominasi Partai Gerindra dalam preferensi elektoral masyarakat untuk pemilihan anggota DPR RI. Dalam hasil yang dirilis akhir pekan ini, Gerindra meraih elektabilitas sebesar 23,1 persen, menempatkannya sebagai partai paling populer di antara peserta pemilu. Jaraknya cukup jauh dari posisi kedua, yang ditempati oleh PDI Perjuangan dengan 11,6 persen dan Partai Golkar di posisi ketiga dengan 10,7 persen.

Ketiga partai besar ini menjadi satu-satunya yang melampaui ambang batas 10 persen dalam survei yang mencakup 1.200 responden. Sementara itu, lima partai lain yang saat ini memiliki perwakilan di DPR RI berada di bawah angka tersebut. PKB berada di posisi keempat dengan 6,1 persen, disusul Demokrat (5,9 persen) dan PAN (5,8 persen). Di bawahnya, PKS mencatat 4,6 persen dan NasDem 4,2 persen.

Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep, PSI, menempati posisi kesembilan dengan elektabilitas 2,9 persen, mengungguli PPP yang hanya meraih 1,6 persen. Sementara itu, sejumlah partai lain seperti Gerakan Rakyat (0,9 persen), Gelora (0,8 persen), dan Hanura (0,2 persen) berada di bawah ambang batas signifikan. Partai Perindo, Ummat, Buruh, Kebangkitan Nusantara, dan Garuda masing-masing mencatatkan angka 0,0 persen, menunjukkan tidak adanya preferensi dari responden.

Survei yang dilakukan antara 12 hingga 20 Oktober 2026 ini dilakukan dalam konteks dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen, hasil ini menunjukkan bahwa 21,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih untuk tidak menjawab. Hasil ini menjadi acuan penting bagi dinamika politik nasional dalam menghadapi pemilihan legislatif mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya