Tito Dorong Akses Hunian Layak Lewat Reformasi Regulasi
Menteri Dalam Negeri tegaskan dukungan penuh terhadap program 3 juta rumah melalui penyederhanaan regulasi dan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari kebijakan prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong akses hunian layak, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan mempercepat proses regulasi dan mengurangi hambatan administratif. Pernyataan ini disampaikan saat hadir dalam kegiatan bedah rumah dan bakti kesehatan di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.
Tito menyampaikan bahwa hingga kini masih terdapat sekitar 30 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah atau tinggal dalam kondisi hunian yang tidak layak. Ia menilai hal ini sebagai persoalan struktural yang membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemisahan urusan perumahan dari Kementerian PUPR ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang dinilai akan meningkatkan fokus dan efektivitas kebijakan di bidang hunian.
Untuk memperluas akses, Kemendagri telah menerbitkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta membatalkan kewajiban pembayaran 5 persen dari nilai jual objek pajak dalam pembangunan atau perbaikan rumah. Selain itu, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) — yang sebelumnya dikenal sebagai IMB — juga diberlakukan tanpa biaya bagi kelompok MBR. Surat edaran telah disebarkan ke seluruh kepala daerah untuk menerapkan kebijakan ini secara konsisten.
Kemudahan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perumahan yang inklusif, di mana peran sektor swasta dan masyarakat dapat lebih aktif. Tito menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada anggaran negara, tetapi juga pada kemitraan dengan pengembang dan komunitas lokal. Ia menekankan pentingnya pendekatan lapangan, seperti program bedah rumah, yang memungkinkan pemerintah memahami langsung kondisi riil masyarakat, terutama di kawasan permukiman kumuh.
Bagi warga tanpa sertifikat tanah, khususnya di Jakarta, pemerintah memberikan kemudahan melalui surat keterangan tidak mampu dari kepala kampung atau kelurahan sebagai syarat pengajuan bantuan. Tito menilai program ini perlu terus dikembangkan secara merata dan transparan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Pemerintah menegaskan transformasi energi nasional telah berjalan sesuai rencana, ditandai capaian produksi minyak dan elektrifikasi tinggi, serta percepatan hilirisasi.
25 Oktober 2026

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Menteri Pertahanan Ukraina melaporkan koneksi satelit Starlink tetap stabil bahkan saat digunakan pada kecepatan lebih dari 400 kilometer per jam.
25 Oktober 2026

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
BNPB melaporkan perbaikan metode pemantauan karhutla menggunakan citra satelit dan operasi penyemaian es kering di lima provinsi prioritas kepada Presiden Prabowo.
25 Oktober 2026

821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Pemerintah Percepat Perbaikan
Data BPS menunjukkan 821.840 rumah di DKI Jakarta tidak layak huni, memicu peningkatan program bedah rumah hingga 10.300 unit pada 2026.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

