Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
BNPB melaporkan perbaikan metode pemantauan karhutla menggunakan citra satelit dan operasi penyemaian es kering di lima provinsi prioritas kepada Presiden Prabowo.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan peningkatan akurasi pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembaruan sistem berbasis citra satelit. Langkah ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa sejak pelantikan pada 15 Oktober 2026, upaya perbaikan sistem pemantauan telah dilakukan secara intensif.
Lima provinsi ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dari kelima daerah tersebut, hanya Sumatera Selatan dan Jambi yang mencatat kenaikan jumlah kejadian kebakaran, namun angka kenaikannya belum menunjukkan tren signifikan. Peningkatan ini tetap menjadi perhatian serius guna mencegah perluasan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sebagai respons cepat, BNPB menerjunkan operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian es kering (dry ice) untuk memicu turunnya hujan di area rawan kebakaran. Sejak 20 Oktober, sebanyak 3.100 kilogram es kering telah disemai melalui lima penerbangan. Di Sumatera Selatan, operasi dilakukan dalam satu sorti dengan alokasi 800 kilogram. Hasil awal menunjukkan penurunan kadar partikulat di udara, khususnya PM2,5, serta peningkatan jarak pandang di Palembang dari 700 meter menjadi 7.000 meter.
Perbaikan metode pemantauan dan pelaksanaan modifikasi cuaca menjadi bagian dari strategi komprehensif BNPB dalam menangani karhutla secara dini dan efektif. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, pemerintah berkomitmen memitigasi risiko kebakaran yang berdampak luas terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Pemerintah menegaskan transformasi energi nasional telah berjalan sesuai rencana, ditandai capaian produksi minyak dan elektrifikasi tinggi, serta percepatan hilirisasi.
25 Oktober 2026

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Menteri Pertahanan Ukraina melaporkan koneksi satelit Starlink tetap stabil bahkan saat digunakan pada kecepatan lebih dari 400 kilometer per jam.
25 Oktober 2026

Tito Dorong Akses Hunian Layak Lewat Reformasi Regulasi
Menteri Dalam Negeri tegaskan dukungan penuh terhadap program 3 juta rumah melalui penyederhanaan regulasi dan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
25 Oktober 2026

821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Pemerintah Percepat Perbaikan
Data BPS menunjukkan 821.840 rumah di DKI Jakarta tidak layak huni, memicu peningkatan program bedah rumah hingga 10.300 unit pada 2026.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

