Polda Kalsel Ungkap Keterlibatan Asing dalam Kasus Karhutla
Penyidik Polda Kalsel mengungkap adanya keterlibatan pihak asing melalui kepemilikan saham dan operasional perusahaan dalam kasus pembakaran lahan di Kalimantan Selatan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan mengungkap dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah korporasi yang terlibat dalam kasus pembakaran lahan dan kebakaran hutan. Dari 13 perusahaan yang diperiksa, sebagian di antaranya diduga memiliki struktur kepemilikan saham yang melibatkan entitas asing atau beroperasi sebagai perusahaan asing yang berdiri di Indonesia dengan karyawan lokal.
Kombes Pol Sigit Haryono, Dirkrimsus Polda Kalsel, menegaskan bahwa pihak asing bukan hanya sebagai pemodal, tetapi juga sebagai pemilik saham utama atau pengelola perusahaan. Ia menyebut bahwa pemeriksaan sedang berlangsung secara mendalam terhadap keterlibatan tersebut, terutama terkait peran dalam pengelolaan konsesi perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, dan Tanah Laut.
Hingga saat ini, belum ditemukan bukti langsung pelaku pembakaran sengaja oleh perusahaan. Namun, penyidik menemukan indikasi kelalaian dalam pemenuhan sarana pemadam kebakaran, kurangnya pelatihan personel, serta ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Fokus penyelidikan kini berfokus pada ketidaksiapan perusahaan menghadapi potensi kebakaran, bukan pada tindakan pembakaran yang disengaja.
Data dari Polri menunjukkan bahwa dari total 100 laporan polisi terkait karhutla korporasi, 13 perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka. Luas lahan terbakar dalam kasus korporasi mencapai 29.534,99 hektare. Dari 22 korporasi yang terafiliasi dengan penanaman modal asing, 11 telah ditetapkan tersangka, dengan total konsesi 209.933 hektare dan luas terbakar 11.105,39 hektare. Sementara 12 lainnya yang belum ditetapkan tersangka memiliki konsesi 166.756 hektare dan lahan terbakar 8.849 hektare.
Selain korporasi, 286 laporan polisi terkait karhutla perorangan ditangani oleh 13 Polda, menyerap luas lahan terbakar 5.856 hektare dengan 243 tersangka yang telah ditetapkan. Sebanyak 189 kasus masih dalam proses penyidikan, 56 telah selesai, sementara 32 lainnya masih dalam tahap penyelidikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Seorang penyintas serangan di gereja Ortodoks Yunani di Karak menggambarkan detik-detik pelaku menodongkan senjata ke arahnya saat ibadah berlangsung, menyebabkan delapan tewas dan 40 luka-luka.
25 Oktober 2026

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Richard Lee menanggapi penangguhan penahanan dengan menyatakan tidak akan meladeni serangan lawan dengan logika semata, mengikuti nasihat guru dan sahabatnya.
25 Oktober 2026

DEN Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra siap hadir dalam rapat DEN untuk membahas wacana perubahan definisi korupsi berbasis UNCAC.
25 Oktober 2026

Pengemudi BYD yang Tabrak Ojol di Jaksel Dinyatakan Bersih dari Narkoba
Hasil tes urine dan alkohol terhadap pengemudi BYD di Jaksel menunjukkan negatif, sementara korban mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

