Asap Karhutla Meluas, Timor Leste Tutup Sekolah Sementara
Kualitas udara di Timor Leste memburuk akibat asap karhutla dari Indonesia, memicu penutupan sekolah nasional selama tiga hari sebagai langkah proteksi kesehatan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 136x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kualitas udara di Timor Leste memburuk secara signifikan akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Sebagai respons, pemerintah negara tersebut mengambil kebijakan penutupan sementara seluruh sekolah sejak Kamis (15/10), berlaku hingga Sabtu (17/10). Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan siswa, guru, dan seluruh komunitas pendidikan yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat polusi udara tinggi.
Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara Timor Leste menegaskan bahwa penutupan ini merupakan langkah preventif yang diperlukan mengingat tingginya tingkat polusi udara akibat asap lintas batas. Pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (14/10) menyoroti kekhawatiran kesehatan publik, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Dampak asap tidak hanya terasa di wilayah perbatasan, tetapi juga menyebar ke negara-negara ASEAN lain seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan menerima bantuan dari negara lain untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan tersebut, yang kini sedang dalam proses koordinasi teknis melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya ini dilakukan dalam kerangka kerja sama ASEAN, khususnya melalui mekanisme ASEAN Coordination Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP), yang telah menetapkan status siaga 3 sejak Agustus lalu.
Di kancah internasional, perhatian juga tertuju pada sikap Sekretaris Pers Gedung Putih Amerika Serikat, Katie Zacharia, yang baru menjabat. Dalam konferensi pers pertamanya, ia menuai kritik karena penggunaan frasa yang menimbulkan kesalahpahaman, termasuk menyebut Presiden Donald Trump dengan istilah yang merujuk pada suaminya. Selain itu, durasi jumpa pers yang hanya berlangsung 14 menit dan pembatasan waktu tanya jawab hanya lima menit bagi jurnalis turut menjadi sorotan. Kekakuan saat berbicara dan ketergantungan pada teks juga memperkuat kritik terhadap gaya komunikasinya yang dianggap kurang fleksibel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

