Asing Borong Saham Tambang dan BUMN di Tengah Perubahan Kabinet
Investor asing catat net buy signifikan di sejumlah saham, terutama emas dan energi, meski secara keseluruhan masih melakukan penjualan bersih Rp337,4 miliar pada 14 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada perdagangan Senin, 14 September 2026, arus modal asing menunjukkan pola selektif, dengan fokus kuat pada emiten sektor pertambangan dan perusahaan milik negara. Di tengah fluktuasi pasar akibat pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) terbesar pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp199,9 miliar, menjadi yang paling banyak dibeli di antara semua emiten.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menempati posisi kedua dengan aksi beli bersih Rp138,5 miliar, diikuti oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang mendapat dukungan beli bersih sebesar Rp89,3 miliar. Ketiga emiten ini dominan dalam aliran modal asing, menunjukkan optimisme terhadap prospek harga komoditas global, khususnya emas dan batubara. Selain itu, saham-saham kapitalisasi besar seperti Astra International (ASII) dan Telkom Indonesia (TLKM) juga menjadi target pembelian, menunjukkan minat terhadap sektor strategis dan likuiditas tinggi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan, turun 0,10% ke level 6.534,69, meski sempat terkoreksi hingga 2,5% pada awal perdagangan. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian sementara yang dipicu oleh dinamika kabinet, namun tidak menghentikan minat investor asing terhadap sektor-sektor fundamental. Dari total 763 saham yang diperdagangkan, 229 menguat, 455 melemah, dan 279 stagnan, dengan kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp11.371 triliun.
Volume perdagangan mencapai 32,95 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,5 triliun dalam 2,086 juta kali transaksi. Kondisi ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi, meski dengan pergerakan harga yang terkendali. Penguatan pada sejumlah emiten kunci menunjukkan bahwa investor asing tetap percaya terhadap kinerja fundamental dan prospek jangka menengah sektor pertambangan serta BUMN di tengah perubahan kebijakan pemerintah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga iPhone di Indonesia: Bukan Hanya Soal Pajak
Perbedaan harga iPhone di Indonesia disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, regulasi, dan strategi bisnis, bukan semata-mata pajak tinggi.
15 September 2026

Trump dan Huang Dorong Percepatan AI Tanpa Regulasi Berlebihan
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan adalah hoaks, sekaligus menekankan potensi ekonomi besar dari pusat data dan industri AI.
15 September 2026

Purbaya Serahkan Jabatan, Air Baltic Ajukan Kebangkrutan
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan tugas sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, sementara Air Baltic mengajukan perlindungan hukum di AS untuk kelola utang USD 405 juta.
15 September 2026

Asing Jual Saham ANTM hingga Rp209 Miliar di Tengah Perubahan Menteri Keuangan
Investor asing catatkan net sell Rp337,4 miliar pada 14 September 2026, dengan Aneka Tambang jadi saham paling banyak dilepas.
15 September 2026
Berita Lainnya

Chery Perkenalkan Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

iPhone, Mac, dan Apple Watch Terintegrasi untuk Produktivitas Maksimal
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

MacBook Unggul di Efisiensi, Integrasi, dan Keamanan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

Menghidupkan Kenangan 80-an Lewat AI dalam Satu Perintah
Selasa, 15 September 2026, 22.45 WITA

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

29 Kg Emas Ilegal Digagalkan di Empat Bandara Nasional
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Selasa, 15 September 2026, 22.37 WITA


