Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,13 Triliun Meski IHSG Naik

IHSG menguat 0,39% ke level 5.948,83 pada perdagangan Rabu, meski investor asing melakukan penjualan bersih besar di 10 saham utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 132x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,13 Triliun Meski IHSG Naik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu (14/10/2026) di zona positif, mencatat kenaikan 22,85 poin atau 0,39% menjadi 5.948,83. Penguatan ini terjadi setelah dua hari sebelumnya mengalami koreksi, menunjukkan kecenderungan pemulihan pasar meski dengan tekanan dari pelaku pasar asing. Volume perdagangan mencapai 313,03 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp11,26 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang relatif tinggi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 280 menguat, 321 melemah, dan 194 bergerak datar.

Di tengah penguatan indeks, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp1,13 triliun secara keseluruhan. Komposisi penjualan tersebut didominasi oleh pasar negosiasi dan tunai yang mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,03 triliun, sementara pasar reguler mencatat penjualan bersih sebesar Rp104,01 miliar. Aksi ini menunjukkan kecenderungan investor asing untuk menarik dana dari pasar saham Indonesia meski indeks bergerak naik.

Dari 10 saham dengan penjualan bersih terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp56,86 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat penjualan bersih sebesar Rp35,97 miliar. Sementara itu, emiten tambang dan infrastruktur seperti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) juga menjadi target penjualan asing dengan nilai masing-masing Rp32,46 miliar dan Rp32,22 miliar.

Saham-saham lain yang ikut menjadi objek penjualan asing antara lain PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan Rp25,28 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp23,29 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp22,27 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp19,66 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp19,40 miliar, serta PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) sebesar Rp18,99 miliar.

Pergerakan pasar yang terpisah antara penguatan indeks dan aksi jual asing menunjukkan ketegangan antara sentimen jangka pendek dan strategi investasi jangka panjang. Meskipun indeks bergerak positif, keberlanjutan penguatan akan sangat bergantung pada arus modal asing dan kinerja emiten dalam periode selanjutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya