BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar
BCA membantah tuntas kabar yang menyebut konglomerat Haji Isam akan mengakuisisi saham perusahaan, menegaskan informasi tersebut hoaks dan tidak berdasar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan perbankan nasional PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara tegas menolak kabar yang beredar di media sosial tentang rencana akuisisi saham oleh tokoh bisnis asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dalam keterangan resmi pada Jumat (25/9). Ia menegaskan bahwa isu terkait aksi korporasi tertentu yang melibatkan BCA sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar faktual.
Hera menekankan pentingnya masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang beredar di platform digital seperti Instagram dan media sosial lainnya. Ia menyarankan agar publik mengakses data dan perkembangan terkini mengenai BCA hanya melalui saluran resmi, termasuk situs web perusahaan dan media yang telah terverifikasi kredibilitasnya. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari informasi yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan pasar.
Rumor mengenai rencana akuisisi itu awalnya muncul dari unggahan akun edukasi investasi di Instagram, yang menyebut Haji Isam akan memperluas kekuasaan usahanya dengan mengakuisisi kepemilikan saham BCA melalui jaringan bisnisnya. Namun, dalam unggahan tersebut juga disertakan peringatan bahwa informasi tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi kebenarannya.
BCA, sebagai bank swasta terbesar di Indonesia yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode BBCA, tetap beroperasi sesuai prinsip kehati-hatian, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemegang saham pengendali BCA tetap berada di tangan PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang terkait dengan keluarga Hartono, keluarga pengendali utama BCA sejak lama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Tren investasi saham Amerika Serikat di Indonesia meningkat pesat berkat akses lebih mudah dan regulasi yang mendukung melalui mekanisme PALN.
25 September 2026

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Komisaris Medco Energi Internasional, Roberto Lorado, menjual 3 juta saham MEDC dengan nilai Rp1,500 per saham, menurunkan kepemilikannya dari 0,05% menjadi 0,04%.
25 September 2026

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Layanan penukaran mata uang asing BRI hadir di lokasi strategis seperti bandara, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan, memudahkan nasabah memenuhi kebutuhan valas sebelum bepergian ke luar negeri.
25 September 2026

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
OJK mencabut izin usaha BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, menutup bank ke-15 sepanjang 2026, berdasarkan keputusan resmi dan proses likuidasi yang dipimpin LPS.
25 September 2026
Berita Lainnya

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

OJK Perbarui Aturan Pelaporan Insidental untuk Sektor Modal dan Karbon
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Menhub Lantik Ahmad sebagai Ketua KNKT 2026–2030
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Indonesia Perkuat Ekspor Melalui Perjanjian Dagang dengan AS
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Dennis Melamar Marion di Candi Prambanan
Jumat, 25 September 2026, 23.23 WITA

