Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar

BCA membantah tuntas kabar yang menyebut konglomerat Haji Isam akan mengakuisisi saham perusahaan, menegaskan informasi tersebut hoaks dan tidak berdasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan perbankan nasional PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara tegas menolak kabar yang beredar di media sosial tentang rencana akuisisi saham oleh tokoh bisnis asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dalam keterangan resmi pada Jumat (25/9). Ia menegaskan bahwa isu terkait aksi korporasi tertentu yang melibatkan BCA sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar faktual.

Hera menekankan pentingnya masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang beredar di platform digital seperti Instagram dan media sosial lainnya. Ia menyarankan agar publik mengakses data dan perkembangan terkini mengenai BCA hanya melalui saluran resmi, termasuk situs web perusahaan dan media yang telah terverifikasi kredibilitasnya. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari informasi yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan pasar.

Rumor mengenai rencana akuisisi itu awalnya muncul dari unggahan akun edukasi investasi di Instagram, yang menyebut Haji Isam akan memperluas kekuasaan usahanya dengan mengakuisisi kepemilikan saham BCA melalui jaringan bisnisnya. Namun, dalam unggahan tersebut juga disertakan peringatan bahwa informasi tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi kebenarannya.

BCA, sebagai bank swasta terbesar di Indonesia yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode BBCA, tetap beroperasi sesuai prinsip kehati-hatian, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemegang saham pengendali BCA tetap berada di tangan PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang terkait dengan keluarga Hartono, keluarga pengendali utama BCA sejak lama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya