Indonesia Perkuat Ekspor Melalui Perjanjian Dagang dengan AS
Pemerintah menegaskan urgensi perjanjian dagang dengan Amerika Serikat demi menjaga surplus ekspor dan melindungi posisi strategis pasar global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menilai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat sebagai langkah krusial untuk memperkuat stabilitas ekspor nasional. Menteri Perdagangan menyoroti bahwa AS tetap menjadi mitra dagang utama dengan surplus perdagangan mencapai US$18,11 miliar pada periode Januari hingga Desember 2025. Angka ini menggambarkan ketergantungan signifikan Indonesia terhadap pasar AS, yang menyerap 11 persen dari total ekspor produk dalam negeri ke seluruh dunia.
Nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai US$30,96 miliar, sementara impor dari negara tersebut sebesar US$12,85 miliar, membentuk total perdagangan bilateral sebesar US$43,80 miliar. Dengan kontribusi sebesar itu, pemerintah menyatakan bahwa keberlanjutan hubungan dagang dengan AS bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing produk lokal di pasar global.
Upaya mencapai perjanjian dagang dengan AS telah berlangsung selama tiga dekade, dimulai sejak penandatanganan kerangka kerja perdagangan dan investasi (TIFA) pada Juli 1996. Namun, proses tersebut terhambat karena keterbatasan komitmen timbal balik dari pihak AS, yang dinilai hanya ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar konsumsi tanpa memberikan akses yang seimbang. Baru pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kesepakatan resiprokal bernama Agreement on Reciprocal Trade (ART) berhasil dirampungkan dan ditandatangani.
Dengan ART, Indonesia berharap dapat menjamin akses pasar yang lebih stabil, mengurangi risiko diskriminasi tarif, serta memperkuat posisi negosiasi dalam perdagangan internasional. Menteri Perdagangan menekankan bahwa perjanjian ini bukan sekadar bentuk diplomasi, melainkan upaya nyata untuk melindungi ekspor nasional dari ketidakpastian global.
Ia juga mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tidak mudah terpengaruh narasi negatif yang tersebar luas di media sosial. Dalam era informasi yang sangat cepat, berita hoaks justru lebih banyak dibaca daripada informasi akurat. Oleh karena itu, penting bagi pemuda untuk mengembangkan literasi digital yang tinggi agar mampu membedakan fakta dari opini, serta memahami konteks kebijakan ekonomi yang kompleks namun strategis bagi masa depan bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Tren investasi saham Amerika Serikat di Indonesia meningkat pesat berkat akses lebih mudah dan regulasi yang mendukung melalui mekanisme PALN.
25 September 2026

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Komisaris Medco Energi Internasional, Roberto Lorado, menjual 3 juta saham MEDC dengan nilai Rp1,500 per saham, menurunkan kepemilikannya dari 0,05% menjadi 0,04%.
25 September 2026

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Layanan penukaran mata uang asing BRI hadir di lokasi strategis seperti bandara, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan, memudahkan nasabah memenuhi kebutuhan valas sebelum bepergian ke luar negeri.
25 September 2026

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
OJK mencabut izin usaha BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, menutup bank ke-15 sepanjang 2026, berdasarkan keputusan resmi dan proses likuidasi yang dipimpin LPS.
25 September 2026
Berita Lainnya

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

OJK Perbarui Aturan Pelaporan Insidental untuk Sektor Modal dan Karbon
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Menhub Lantik Ahmad sebagai Ketua KNKT 2026–2030
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Dennis Melamar Marion di Candi Prambanan
Jumat, 25 September 2026, 23.23 WITA

