Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
OJK dan Danantara berkolaborasi memperbaiki pengelolaan investasi dana pensiun BUMN yang mengalami tekanan likuiditas dan kekurangan dana.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam memperbaiki tata kelola investasi dana pensiun milik perusahaan milik negara yang saat ini mengalami tantangan pendanaan jangka panjang. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK menyatakan bahwa kehadiran Danantara menjadi langkah strategis untuk menangani persoalan likuiditas dan memastikan kewajiban pembayaran kepada peserta pensiun tetap terpenuhi secara berkala.
Kendati secara perhitungan aktuarial terdapat risiko defisit jangka panjang, OJK menegaskan bahwa kewajiban jangka pendek masih dalam kendali. Fokus utama kini adalah memperkuat koordinasi dengan BUMN dan Danantara untuk menyelaraskan strategi investasi dan memperbaiki struktur aset yang saat ini didominasi instrumen tetap dengan tingkat likuiditas rendah.
Dalam keterangannya, perwakilan Danantara menyoroti bahwa mayoritas permasalahan berasal dari skema manfaat pasti, di mana perusahaan bertanggung jawab penuh atas terpenuhinya manfaat pensiun, baik secara berkala maupun saat masa pensiun tiba. Jika pengelolaan investasi tidak optimal, perusahaan harus menambah dana (top-up) secara besar-besaran, seperti yang terjadi pada PT Pos Indonesia yang mengalami kekurangan hampir Rp4 triliun.
Upaya perbaikan kini difokuskan pada penataan ulang tata kelola, termasuk penentuan kriteria pengelola dana, pembatasan instrumen investasi, serta transformasi ke skema iuran pasti sebagai model yang lebih prediktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, BUMN di masa depan dapat mengelola beban pensiun secara lebih transparan dan berkelanjutan tanpa risiko menumpuk kewajiban.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Tren investasi saham Amerika Serikat di Indonesia meningkat pesat berkat akses lebih mudah dan regulasi yang mendukung melalui mekanisme PALN.
25 September 2026

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Komisaris Medco Energi Internasional, Roberto Lorado, menjual 3 juta saham MEDC dengan nilai Rp1,500 per saham, menurunkan kepemilikannya dari 0,05% menjadi 0,04%.
25 September 2026

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Layanan penukaran mata uang asing BRI hadir di lokasi strategis seperti bandara, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan, memudahkan nasabah memenuhi kebutuhan valas sebelum bepergian ke luar negeri.
25 September 2026

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
OJK mencabut izin usaha BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, menutup bank ke-15 sepanjang 2026, berdasarkan keputusan resmi dan proses likuidasi yang dipimpin LPS.
25 September 2026
Berita Lainnya

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

OJK Perbarui Aturan Pelaporan Insidental untuk Sektor Modal dan Karbon
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Menhub Lantik Ahmad sebagai Ketua KNKT 2026–2030
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Indonesia Perkuat Ekspor Melalui Perjanjian Dagang dengan AS
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Dennis Melamar Marion di Candi Prambanan
Jumat, 25 September 2026, 23.23 WITA

