Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN

OJK dan Danantara berkolaborasi memperbaiki pengelolaan investasi dana pensiun BUMN yang mengalami tekanan likuiditas dan kekurangan dana.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam memperbaiki tata kelola investasi dana pensiun milik perusahaan milik negara yang saat ini mengalami tantangan pendanaan jangka panjang. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK menyatakan bahwa kehadiran Danantara menjadi langkah strategis untuk menangani persoalan likuiditas dan memastikan kewajiban pembayaran kepada peserta pensiun tetap terpenuhi secara berkala.

Kendati secara perhitungan aktuarial terdapat risiko defisit jangka panjang, OJK menegaskan bahwa kewajiban jangka pendek masih dalam kendali. Fokus utama kini adalah memperkuat koordinasi dengan BUMN dan Danantara untuk menyelaraskan strategi investasi dan memperbaiki struktur aset yang saat ini didominasi instrumen tetap dengan tingkat likuiditas rendah.

Dalam keterangannya, perwakilan Danantara menyoroti bahwa mayoritas permasalahan berasal dari skema manfaat pasti, di mana perusahaan bertanggung jawab penuh atas terpenuhinya manfaat pensiun, baik secara berkala maupun saat masa pensiun tiba. Jika pengelolaan investasi tidak optimal, perusahaan harus menambah dana (top-up) secara besar-besaran, seperti yang terjadi pada PT Pos Indonesia yang mengalami kekurangan hampir Rp4 triliun.

Upaya perbaikan kini difokuskan pada penataan ulang tata kelola, termasuk penentuan kriteria pengelola dana, pembatasan instrumen investasi, serta transformasi ke skema iuran pasti sebagai model yang lebih prediktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, BUMN di masa depan dapat mengelola beban pensiun secara lebih transparan dan berkelanjutan tanpa risiko menumpuk kewajiban.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya