Iran Tuding AS-Israel Teroris di Sidang PBB
Presiden Iran menegaskan bahwa negaranya justru korban agresi, bukan pelaku terorisme, dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang merenggut nyawa warga sipil, termasuk anak-anak, di wilayah Iran. Dalam kesempatan pidato di sidang Majelis Umum PBB, ia menekankan bahwa tudingan terorisme terhadap Iran justru merupakan kebalikan dari kenyataan, karena rakyat Iran telah menjadi korban kekerasan tanpa alasan yang sah. Pezeshkian menegaskan bahwa AS-Israel justru yang melakukan aksi terorisme, baik secara langsung maupun melalui alat militer yang digunakan untuk menyerang tempat-tempat netral.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk gedung olahraga di kota kecil Lamerd, telah menewaskan ratusan anak-anak yang sedang bermain. Pezeshkian menekankan bahwa korban-korban tersebut tidak memiliki kaitan dengan konflik dan tidak melakukan kejahatan apa pun. Ia juga menyebut kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut terjadi akibat serangan tanpa dasar hukum pada 28 Februari, sebagai bagian dari kekejaman yang dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim diri sebagai pelindung perdamaian.
Pezeshkian menyoroti kekejaman Israel di Palestina sebagai contoh nyata dari terorisme sejati, menegaskan bahwa lebih dari 70 ribu warga sipil Gaza telah tewas secara brutal, dengan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Ia menyatakan bahwa kebijakan Israel mencerminkan genosida yang didukung oleh teknologi tinggi, namun justru menuduh pihak lain sebagai teroris. Menurutnya, keterusannya pendudukan dan agresi di Gaza menunjukkan kegagalan sistem internasional dalam melindungi warga sipil.
Ia menegaskan bahwa perlawanan Iran terhadap agresi bukan bentuk provokasi, melainkan tindakan bela diri yang wajar. Iran, menurut Pezeshkian, tidak pernah menjadi agresor dan selalu menunjukkan kesediaan untuk berdialog melalui mekanisme perdamaian. Namun, setiap tindakan kekerasan terhadap rakyat Iran akan dibalas, karena kebebasan dan kedaulatan bangsa tidak boleh diabaikan. Ia menantang AS-Israel untuk menjawab pertanyaan: siapa sesungguhnya yang melanggar hukum internasional?
Pezeshkian menegaskan bahwa perdamaian abadi di Timur Tengah tidak mungkin tercapai tanpa keadilan bagi Palestina. Ia menekankan bahwa selama pendudukan, kekerasan, dan ketidakadilan berlanjut, perlawanan akan tetap menjadi pilihan. Ia menolak klaim bahwa Iran menjadi sumber ketidakstabilan, menegaskan bahwa negaranya hanya ingin hidup mandiri tanpa intervensi asing. Dalam pandangannya, yang seharusnya disebut teroris adalah mereka yang melakukan kejahatan dan melindungi pelaku kejahatan, bukan korban yang berdiri tegak dalam membela haknya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Malam Kelam di Rumah Sakit: Keganasan dan Pemulihan
Film Survive the Night tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan narasi tegang tentang dua perampok yang terjebak dalam permainan hidup dan mati di rumah seorang dokter.
25 September 2026

TGB Janji Awasi Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah
Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan komitmen mengawal penegakan hukum terkait dugaan kekerasan seksual oleh mantan pimpinan ponpes di Lombok Tengah, dengan menekankan pentingnya keadilan bagi korban.
25 September 2026

Puspadaya Minta Penahanan Segera Terhadap Tersangka Pencabulan Anak
Puspadaya Perindo mendesak Polda Metro Jaya segera menahan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak berinisial A, yang kini masih mengalami trauma psikologis.
25 September 2026

Gugatan Pendidikan Gibran di MK Disebut Strategi Politik Jangka Panjang
Gugatan syarat pendidikan Gibran di Mahkamah Konstitusi dianggap bukan semata upaya hukum, melainkan alat politik untuk memengaruhi dinamika koalisi menjelang Pilpres 2029.
25 September 2026
Berita Lainnya

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

