Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tuding AS-Israel Teroris di Sidang PBB

Presiden Iran menegaskan bahwa negaranya justru korban agresi, bukan pelaku terorisme, dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Iran Tuding AS-Israel Teroris di Sidang PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang merenggut nyawa warga sipil, termasuk anak-anak, di wilayah Iran. Dalam kesempatan pidato di sidang Majelis Umum PBB, ia menekankan bahwa tudingan terorisme terhadap Iran justru merupakan kebalikan dari kenyataan, karena rakyat Iran telah menjadi korban kekerasan tanpa alasan yang sah. Pezeshkian menegaskan bahwa AS-Israel justru yang melakukan aksi terorisme, baik secara langsung maupun melalui alat militer yang digunakan untuk menyerang tempat-tempat netral.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk gedung olahraga di kota kecil Lamerd, telah menewaskan ratusan anak-anak yang sedang bermain. Pezeshkian menekankan bahwa korban-korban tersebut tidak memiliki kaitan dengan konflik dan tidak melakukan kejahatan apa pun. Ia juga menyebut kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut terjadi akibat serangan tanpa dasar hukum pada 28 Februari, sebagai bagian dari kekejaman yang dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim diri sebagai pelindung perdamaian.

Pezeshkian menyoroti kekejaman Israel di Palestina sebagai contoh nyata dari terorisme sejati, menegaskan bahwa lebih dari 70 ribu warga sipil Gaza telah tewas secara brutal, dengan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Ia menyatakan bahwa kebijakan Israel mencerminkan genosida yang didukung oleh teknologi tinggi, namun justru menuduh pihak lain sebagai teroris. Menurutnya, keterusannya pendudukan dan agresi di Gaza menunjukkan kegagalan sistem internasional dalam melindungi warga sipil.

Ia menegaskan bahwa perlawanan Iran terhadap agresi bukan bentuk provokasi, melainkan tindakan bela diri yang wajar. Iran, menurut Pezeshkian, tidak pernah menjadi agresor dan selalu menunjukkan kesediaan untuk berdialog melalui mekanisme perdamaian. Namun, setiap tindakan kekerasan terhadap rakyat Iran akan dibalas, karena kebebasan dan kedaulatan bangsa tidak boleh diabaikan. Ia menantang AS-Israel untuk menjawab pertanyaan: siapa sesungguhnya yang melanggar hukum internasional?

Pezeshkian menegaskan bahwa perdamaian abadi di Timur Tengah tidak mungkin tercapai tanpa keadilan bagi Palestina. Ia menekankan bahwa selama pendudukan, kekerasan, dan ketidakadilan berlanjut, perlawanan akan tetap menjadi pilihan. Ia menolak klaim bahwa Iran menjadi sumber ketidakstabilan, menegaskan bahwa negaranya hanya ingin hidup mandiri tanpa intervensi asing. Dalam pandangannya, yang seharusnya disebut teroris adalah mereka yang melakukan kejahatan dan melindungi pelaku kejahatan, bukan korban yang berdiri tegak dalam membela haknya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya