Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan

Bursa Efek Indonesia memperluas akses pendanaan melalui saham dan obligasi, menekankan peran pasar modal sebagai alternatif finansial yang seimbang dan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat fungsi pasar modal sebagai saluran pendanaan strategis bagi perusahaan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Dalam paparannya, Direktur Utama BEI menekankan bahwa bursa bukan hanya tempat perdagangan efek, tetapi juga ruang kolaborasi antara kebutuhan pembiayaan dan penyedia modal. Ia menyoroti pentingnya memanfaatkan pasar modal sebagai pendamping sistem perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada tahun 2026, sejumlah perusahaan telah memilih untuk menerbitkan obligasi sebagai instrumen pendanaan, sementara tujuh perusahaan berhasil melakukan pencatatan saham di pasar modal. Angka tersebut dianggap cukup signifikan dan mencerminkan peningkatan minat sektor swasta terhadap pendanaan publik. Pihak BEI menilai bahwa tren ini perlu didukung dengan fasilitas konsultasi dan pendampingan agar proses listing berjalan efisien dan sesuai standar kepatuhan.

Kepemimpinan BEI menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama, bukan jumlah perusahaan yang terdaftar. Hanya entitas dengan fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang akan didorong untuk masuk ke pasar. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan, di mana perusahaan mampu memberikan nilai tambah bagi investor melalui dividen, kenaikan harga saham, serta transparansi keuangan.

Dengan pendekatan yang berbasis pada kualitas dan keberlanjutan, BEI menawarkan layanan pendampingan kepada perusahaan yang ingin memanfaatkan pasar modal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar sekunder, memperkuat kepercayaan investor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya