Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan terakhir September, menembus level psikologis Rp17.870 per dolar AS, didorong sentimen pasar yang membaik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Rupiah menutup perdagangan terakhir bulan September dengan kenaikan tajam terhadap dolar AS, berada di posisi Rp17.870 per dolar, menguat 0,50% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.960. Penguatan ini menandai pergeseran positif dari level Rp18.000 yang sempat ditembus pada sesi sebelumnya, menunjukkan ketahanan mata uang lokal dalam kondisi volatilitas global. Pergerakan awal perdagangan berlangsung di level Rp17.910, kemudian terus menguat hingga menyentuh level terkuat harian di Rp17.825.
Kenaikan rupiah sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,10% ke posisi 101,269 pada pukul 15.00 WIB. Penurunan greenback memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menunjukkan kekuatan. Perbaikan sentimen pasar didorong oleh kabar adanya kemungkinan peninjauan kembali sanksi terhadap Iran, yang menurunkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan menekan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah WTI turun 3,95% menjadi US$88,95 per barel, sementara minyak Brent terkoreksi 1,99% ke US$95,88 per barel. Penurunan ini mengurangi tekanan inflasi global dan memperkuat optimisme terhadap stabilitas pasar komoditas. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,10% ke level 5,24%, mencerminkan kenaikan permintaan aset aman dan penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam jangka pendek.
Namun, pasar tetap berjaga-jaga menyusul sejumlah data ekonomi penting AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk indeks harga konsumsi pribadi (PCE), pertumbuhan ekonomi, dan laporan ketenagakerjaan nonpertanian. Inflasi PCE utama diperkirakan tetap tinggi di 3,7% secara tahunan, sedangkan PCE inti diperkirakan mencapai 3,3%, masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. Sementara itu, belanja konsumen AS pada Agustus diperkirakan tumbuh 0,8% bulanan, jauh lebih tinggi dari kenaikan 0,2% pada Juli, menunjukkan permintaan domestik yang masih kuat.
Kombinasi inflasi yang tetap tinggi dan konsumsi yang stabil menjadi indikasi bahwa tekanan harga belum menunjukkan tanda pelunakan signifikan. Hal ini diperkirakan akan menjadi pertimbangan utama bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga mendatang. Meskipun rupiah menguat di akhir bulan, keberlanjutan penguatan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
OJK menetapkan pembubaran Dana Pensiun BASF Indonesia dan menunjuk dua likuidator untuk proses likuidasi, efektif sejak 31 Juli 2026.
30 September 2026

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Emiten anak usaha Astra, Astra Graphia, resmi menetapkan pembagian dividen interim Rp297 per saham dari laba tahun buku 2026 dan sebagian laba ditahan, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
30 September 2026

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar, insentif kebijakan, dan pengembangan instrumen lindung nilai secara komprehensif.
30 September 2026

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Telkom hari ini membahas pemisahan tahap kedua bisnis fiber dan perubahan pengurus perusahaan.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

LPKR Tekankan Tak Terkait Perkara LMC di Singapura
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

Panin AM Dorong Diversifikasi Lewat Produk Global Syariah
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BEI Dorong Perusahaan Manfaatkan Pasar Modal untuk Pendanaan
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

IHSG Terjun Bebas 0,83% ke 6.071, Tekanan dari Sektor Konsumer dan Fed
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

BI Perkuat Insentif Lindung Nilai Hadapi Tekanan Modal Asing
Rabu, 30 September 2026, 17.43 WITA

